DPO Polda Papua Ditangkap di Tasikmalaya | Pasific Pos.com

| 26 August, 2019 |

DPO Polda Papua Ditangkap di Tasikmalaya

Headline Penulis  Senin, 27 April 2015 20:23 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Tersangka Utama Investasi Bodong”

Jayapura,- Setelah sempat buron selama sebulan lebih, Briptu EK tersangka utama penipuan berkedok investasi yang membawa kabur uang 78 nasabah sebanyak Rp 12,3 Miliar berhasil ditangkap oleh Polres Tasikmalaya, Rabu (22/4) siang.
Briptu EK ditangkap ketika dalam perjalanan yang diduga hendak menuju tempat persembunyian dikawasan Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rencananya Briptu EK akan dijemput oleh penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Papua dalam waktu dekat ini.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige saat dihubungi Pasific pos membenarkan adanya penangkapan terhadap Briptu EK, tersangka utama dalam kasus penipuan berkedok investasi.
“Memang benar, tersangka sudah ditangkap beberapa hari lalu oleh aparat Polres Tasikmalaya. Sekarang tersangka masih berada di Polres Tasikmalaya menunggu jemputan dari penyidik Polda Papua,” kata Patrige, Minggu (26/4).
Patrige mengakui belum mengetahui secara gamplang kronologis penangkapan terhadap tersangka yang masih berstatus anggota Polda Papua.
Namun, sebelum ditangkap, penyidik Polda telah memonitor arah pelarian tersangka yang kemudian dilakukan pengintaian lebih lanjut oleh aparat Polres Tasikmalaya.
“Saya tidak tahu secara pasti proses penangkapannya, tapi katanya dia lagi jalan. Kita kerjasama dengan Polres Tasikmalaya, yang kemudian tersangka dimonitor dan diikuti, kemudian ditangkap,” terang Patrige .
Paska penangkapan, kata Patrige, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap Briptu EK di Tasikmalaya. “Direncanakan nanti mau diperiksa dulu, apakah ada asset yang dibeli dari uang hasil kejahatannya, kalau ada maka akan dilakukan penyitaan. Untuk sementara barang bukti cuma dari tersangka HR,”tegasnya.
Disinggung apakah penyidik sudah menetapkan waktu untuk membawa Briptu EK ke Mapolda Ppaua, Patrige menegaskan belum bisa memastikan. “Kami belum tahu, tapi nanti Wakil Direktur Reskrim Umum, AKBP Nurhabri yang pimpin jemput tersangka dari Tasikmalaya,” kata Patrige. 
Sebagaimana diberitakan, Direktorat Reskrim Umum Polda Papua mencatat 78 Pegawai Negeri Sipil dan Polri dilingkungan Polda Papua menjadi korban penipuan bermodus investasi bodong oleh oknum Bintara Polri berpangkat Briptu EK.
Mereka menginvestasi uangnya dengan nilai yang bervariasi dari Rp 20 juta hingga Rp 500 juta, karena diiming-iming bunga 6-7,5 persen per bulan dari dana yang diinvestasikan. Paska mencuatnya kasus ini, Kapolda Papua, Irjen (Pol) Yotje Mende mengeluarkan perintah penghentian gaji Briptu EK.
Sementara itu, Kapolres Kota Tasikmalaya, AKBP Noffan Widyayoko mengatakan, kepolisian telah mengamankan oknum polisi yang telah menjadi DPO Polda Papua. Oknum tersebut ditangkap di Jalan Bojong Tritura di Kecamatan Cipedes oleh Polres Kota Tasikmalaya pada Kamis (23/4) malam.
Ia juga diduga terlibat kasus penganiayaan di Tasikmalaya. "Dari Polda Papua sudah datang ke Polres Kota Tasikmalaya untuk menjemput pelaku, dipimpin langsung Wadir Karimum," ujar Noffan kepada Republika, Ahad (26/4).
Oknum polisi tersebut kemudian dibawa dari Polres Kota Tasikmalaya ke Papua. Dari Polda Papua ada tiga orang yang melakukan penjemputan E untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dari Tasikmalaya ke Jakarta menggunakan jalur darat. Kemudian E dibawa ke Papua dengan menggunakan pesawat. (Syaiful)

Dibaca 971 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.