52 Tahun Papua kembali ke NKRI, Teriakan 'Merdeka' dari OPM Masih Nyaring | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

52 Tahun Papua kembali ke NKRI, Teriakan "Merdeka" dari OPM Masih Nyaring

Headline Penulis  Senin, 27 April 2015 20:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Riak-riak menuju 1 Mei menjadi suasana yang berbeda di Jayapura. Terlihat puluhan bendera merah putih terpasang di pusat perbelanjaan di Waena. Bendera merah putih juga terlihat di depan Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura.
Bendera-bendera ini dipasang berkaitan dengan 52 tahun peringatan pascaintegrasi Papua ke dalam NKRI pada 1 Mei 1963. Masyarakat Papua sendiri melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969 memilih untuk bergabung dengan Indonesia.
Namun, kalangan pro Papua Merdeka menilai Pepera cacat hukum. Padahal, dalam New York Agreement, yang merupakan dasar yuridis Pepera, tidak menyebut sistem satu orang satu suara.
Jelang 52 tahun Papua bergabung dalam pangkuan NKRI, kelompok Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) pimpinan Jenderal Gen Goliat Tabuni terus meneriakkan kata "merdeka" dari hutan belantara Papua di Tingginambut, Puncak Jaya. Gen Goliat Tabuni merupakan panglima tertinggi TPN-OPM Papua Barat yang resmi dilantik pada 11 Desember 2012 di Markas Tingginambut.
Sekretaris Jenderal TPN-OPM, Jenderal Anton Lego Obet Tabuni yang biasa dipanggil Anton, menegaskan Presiden Joko Widodo segera mempertanggungjawabkan status politik Papua Barat, karena tidak ada jalan kecuali merdeka.
"Kami tidak terima tawaran lain dari Pemerintah Indonesia, karena selama 50 tahunan perjuangan Papua telah melalui penderitaan yang panjang. Maka TPN-OPM menuntut kepada Presiden Republik Indonesia saudara Jokowi harus mempertanggungjawabkan kemerdekaan Papua Barat. Kami ingin sejarah baru di Papua Barat," kata Anton Tabuni kepada SP, Minggu (26/4) siang.
Apabila Presiden Joko Widodo mau ke Puncak Jaya, kata Anthon, ia harus mengakui kedaulatan Papua Barat dan menyerahkan secara langsung kepada TPN-OPM.
"Bila pada 1 Mei lewat, kami TPN-OPM siap lakukan mobilisasi umum dan perang total di Papua Barat. Dan TNI-Polri segera ditarik dari Papua Barat," ujarnya. (SP)

Dibaca 534 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.