Ladang Ganja di Papua Bisa Dipantau Lewat Satelit LAPAN | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Satelit Lapan. Satelit Lapan.

Ladang Ganja di Papua Bisa Dipantau Lewat Satelit LAPAN

Headline Penulis  Senin, 17 Juli 2017 19:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,-  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengklaim satelit yang dimiliki mampu mengidentifikasi ladang ganja di seluruh Provinsi Papua.
Demikian penegasan Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rokhis Komarudin saat memberikan sosialisasi pemanfaatan citra satelit di lingkup pemerintah provinsi Papua, Senin (17/5/2017) kemarin.
Ia mengatakan, dengan satelit LAPAN, pihaknya bisa memonitor ladang ganja  dimana. Dan kami juga sudah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata Rokhis.
Ia mencontohkan, penggunaan satelit sudah dipakai BNN untuk melihat potensi adanya ladang ganja di Aceh, dan hasilnya sangat efektif.
"Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menggunakan satelit yang kami miliki ini,"  tambahnya.
Meskipun demikian, data-data yang sudah bisa diakses sendiri adalah yang resolusinya rendah dan menengah. Dimana untuk medapatkannya bisa dengan cara di unduh (download). Nanti diajarkan bagaimana cara melakukan hal itu," ucapnya.
Sementara untuk data-data yang resolusinya tinggi, katanya, harus melalui permintaan dari pemerintah daerah dan minimal pejabat eselon II, yang ditujukan kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh.
"Nanti kami juga akan sampaikan bagaimana tata caranya agar bisa dipahami oleh teman-teman di daerah," katanya.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya menggunakan single government listen untuk data resolusi tinggi. Artinya lisensinya adalah milik pemerintah Indonesia. Jadi bisa dimanfaatkan oleh seluruh institusi pemerintah baik pusat maupun daerah, tidak menggunakan lisensinya sendiri. "Dengan demikian data tidak akan tumpang tindih dan lebih hemat," ucapnya. (Bams)

Dibaca 702 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.