Meki Karuapi Ancam Bakar Kantor Kampung Mandarisi | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Meki Karuapi Ancam Bakar Kantor Kampung Mandarisi

Papua Barat Penulis  Kamis, 13 Juli 2017 23:57 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wasior, – Mengaku sebagai ahli waris tanah Kantor Kampung Mandarisi, Distrik Kuri Wamesa, Meki Karuapi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama segera membayar tanah yang digunakan untuk membangun Kantor Kampung Mandarisi.
Untuk menyampaikan aspirasinya, Meki Karuapi bersama satu orang keluarganya, Selasa (11/7),  mendatangi Kantor Bupati Teluk Wondama dengan membawa papan yang tertulis tuntutannya.
Dalam tuntutannya, Karuapi mengancam akan membakar Kantor Kampung Mandarisi apabila Pemkab tidak membayar uang tanah sebesar Rp 300 juta kepada keluarganya yang berjumlah 7 bersaudara. Besarnya tuntutan ini menurutnya karena saat dibangunnya kantor kampung tersebut, Pemerintah Kampung tidak meminta ijin kepada dirinya selaku ahli waris tanah.
“Kalau dulu pas dibangun ijin kepada kami, kami cuma minta Rp 70 juta saja, tapi karena tidak ijin maka kami minta Rp 300 juta, memang terlalu besar, tapi ini kami minta karena pemerintah tidak ijin, kalau tidak mau bayar saya akan bakar” tegasnya saat ditemui Tabura Pos, kemarin.
Karuapi mengaku pernah membahas permasalahan tanah ini bersama Kepala Kampung Mandarisi yang difasilitasi Kapolsek Wasior, Rusman Latief. Namun menurutnya belum ada titik temu antara pihaknya dan kepala kampung.
Tidak adanya hasil ini membuat pihaknya sempat memalang kantor kampung tersebut, namun palang tersebut saat ini sudah dibuka sendiri oleh kepala kampung.
Melihat adanya papan tuntutan tersebut, Bupati Imburi yang saat itu berniat menemui para orang tua murid yang menuntut anaknya diterima bersekolah di SMP N 1 Wasior langsung mempertanyakan siapa yang membawa papan yang berisikan tuntutan pembayaran tanah tersebut.
Mendengar yang membawa papan tersebut adalah Meki Karuapi, Bupati mengatakan baru akan bicara masalah tanah ini dengan Meki Karuapi setelah yang bersangkutan bisa menunjukan KTP yang menyatakan Karuapi adalah warga atau masyarakat Kabupaten Teluk Wondama.
“Tanyakan dia KTP mana, kalau KTP Wondama baru saya bicara dengan ko (Karuapi),”ungkap Bupati seraya berjalan menuju ke arah orang tua calon siswa yang juga menunggu Bupati.
Mendengar pernyataan Bupati, Meki Karuapi hanya diam dan tidak menunjukan KTPnya. Menurut informasi beberapa masyarakat yang saat itu berada di depan Kantor Bupati, Karuapi memang tidak berdomisili di Kabupaten Teluk Wondama.
Setelah berdiskusi cukup lama dengan Kepala Satpol PP Kabupaten Teluk Wondama, Frans Torey, Karuapi akhirnya diantarkan masuk ke dalam kantor Bupati Teluk Wondama. Namun belum diketahui apakah Karuapi sempat ditemui oleh Bupati atau tidak. [WAN-R5]

Dibaca 419 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.