Bupati Mathius Minta Hentikan Fitnah Serta Upaya Pembusukan | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si

Bupati Mathius Minta Hentikan Fitnah Serta Upaya Pembusukan

Headline Penulis  Minggu, 09 Juli 2017 21:00 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, meminta kepada semua pihak untuk menghentikan seluruh fitnah dan upaya pembusukan jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Bupati Mathius juga meminta semua pihak tidak mencari aib pihak lain dan menyebarkannya.
Memang ada pihak-pihak yang sering melakukan fitnah. Kita berharap kepada semua supaya bekerja dengan memberikan tempat pada rakyat. Jangan kita melakukan upaya-upaya pembusukan, upaya-upaya penyebaran-penyebaran informasi-informasi yang tidak benar, kemudian penyebaran ujaran kebencian (fitnah) dan menyebarkan isu-isu yang tidak benar, ujar Bupati Mathius di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, pekan lalu.
Dijelaskannya, memang sudah menjadi konsekuensi bagi orang baru yang masuk itu pasti dia akan bekerja keras. Itu wajarlah dan dimana-mana seperti itu. Jadi, jangan mencari aib orang serta jangan memaksa (mengintimidasi) dan tidak boleh disamakan. Beri kebebasan bagi rakyat untuk memilih sesuai dengan hati nurani dan bicaralah kepada masyarakat apa yang selama ini saudara-saudara ketahui, jelasnya.
Pada kesempatan itu, Mathius berharap kepada rekan-rekan media massa baik cetak dan elektronik untuk menolak upaya penyebaran ujaran kebencian guna menjaga daerah ini tetap aman dan kondusif serta tidak membuat kecewa masyarakat ketika menyalurkan hak politiknya.
Sehingga kita harus menjaga daerah ini tetap damai dan aman, serta Pilkada atau PSU yang akan berlangsung ini maupun pembangunan yang sedang kita lakukan itu juga bisa berjalan dalam suasana yang sama, pungkasnya.

Dibaca 674 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX