Dinkes Papua Turunkan Tim Selidiki Penyebab Diare di Kimaam Merauke | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai

Dinkes Papua Turunkan Tim Selidiki Penyebab Diare di Kimaam Merauke

Headline Penulis  Selasa, 04 Juli 2017 22:41 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai menyampaikan sudah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengenai ratusan balita di Kimaan yang terserang sakit Diare.
Ia juga sudah menurunkan tim untuk memeriksa penyebab sakit tersebut. “setelah dapat informasi kami sudah turunkan tim untuk membantu dinas kesehatan setempat,"ucap drg Aloysius Giyai kepada wartawan usai menandatangai fakta integritas tata tertib administrasi dan keuangan di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (3/7) pagi kemarin.
drg Aloysius Giyai menjelaskan bahwa kejadian di Kimaam belum kita tetapkan sebagai  Wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular tersebut.
Namun, Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudah menyiapkan obat-obatan untuk dikirim ke Merauke. Selain itu pihaknya menyoroti faktor lingkungan yang kurang bersih serta pola hidup masyarakat yang kurang mendukung seperti kebiasaan mengkonsumsi air tanpa dimasak terlebih dahulu.
Lanjut Kadinkes, kasus diare yang terjadi di Kimaam merupakan kasus pertama di wilayah Kabupaten Merauke. “kasus diare ini hampir terjadi di seluruh wilayah Papua, tapi tidak banyak seperti di yang terjadi di Kimaan,” katanya.
Sebelumnya, ratusan balita di 14 kampung di Distrik Kimaam, Merauke, Papua terserang diare. Belum diketahui penyebab diare yang menyerang ratusan balita itu.
"Benar, kami dapat informasi dari Puskesmas Kimaan, peristiwa itu berlangsung sejak Senin (26/6)," kata Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Adolof Bolang ketika dikonfirmasi akhir pekan lalu.
Kata dia, jumlah balita penderita diare meningkat terutama di tiga kampung dari 14 kampung yang terserang diare di Distrik Kimaam. Bahkan, menurut dia, satu orang balita dikabarkan meninggal.
Tim kesehatan Puskesmas di Kimaam, telah menjangkau tujuh kampung untuk menyelidiki kasus tersebut. Sedangkan tujuh kampung lainnya belum terjangkau tim medis, karena medan yang sulit untuk menjangkau wilayah kampung tersebut. "Tim yang diturunkan ke sana sementara ini masih melakukan pelayanan kesehatan sehingga belum mengirim laporan terkait dengan total pasien diare yang ditangani dan yang belum ditangani," katanya.
Selain melakukan pelayanan kesehatan, tim juga mengambil sampel kotoran dan sampel air minum di kampung-kampung yang terserang diare untuk diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit Merauke. (Bams)

Dibaca 467 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX