Bank Papua Batasi Kredit Diatas Rp 50 M | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH, saat memimpin apel gabungan didampingi Wagub Klemen Tinal, SE.MM dan Sekda Hery Dosinaen,SIP.M.KP Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH, saat memimpin apel gabungan didampingi Wagub Klemen Tinal, SE.MM dan Sekda Hery Dosinaen,SIP.M.KP

Bank Papua Batasi Kredit Diatas Rp 50 M

Headline Penulis  Selasa, 20 Jun 2017 11:24 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Gubernur: Bank Papua Mesti Selektif Berikan Kredit

JAYAPURA,–  Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH meminta kepada manajemen Bank Papua untuk lebih selektif dalam pemberian kredit kepada nasabah atau yang mengajukan kredit.
Selain itu, Bank kebangaan masyarakat Papua mulai tahun ini, pemegang saham membatasi pemberian kredit kepada nasabah atau pengaju kredit diatas Rp. 50 Milliar.


Hal ini ditegaskan Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP. MH,  yang juga salah satu pemegang saham menyusul  adanya kredit macet Bank Papua Rp. 351 Milliar yang saat ini kasusnya tengah ditangani Bareskrim Mabes Polri atas laporan BPK RI.
“Bank Papua ini sudah rusak lama, makanya kita sedang menahi dengan mengganti manajemen, harus ganti, karena kerjanya tidak maksimal, mudah-mudahan dengan hasil pemeriksaan di BPK, yang saat ini tengah dalam pemeriksaan di Bareskrim,”ungkapnya di halaman Kantor Gubernur Papua usai pimpin apel gabungan, Senin (19/6).
Kata Enembe, sejak awal dirinya menilai bahwa proses pemberian pemberian kredit di Bank Papua tidak benar sehingga tidak memberikan dampak signifikan bagi Bank Papua, sehingga pergantian manajemen merupakan langka tepat untuk membenahi proses tersebut.
“Sudah menjadi kewajiban pemegang saham, yang mengharapkan Bank Papua tetap konsisten tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, karena kita taruh uang di Bank Papua, kita berharap ada deviden, animo dari pemegang saham saya cukup baik,”katanya.
Menurut Enembe, pihaknya masih melihat apakah perlu untuk penambahan modal atau tidak, pihaknya masih menunggu laporan dari manajemen Bank Papua.”Kemarin di Manokwari (RUPS Bank Papua,red) kita sudah memberi penegasan kepada manajemen untuk memperbaki neraca keuangan bank,”imbuhnya.
Minimnya deviden, ujar Gubernur Lukas, sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir bahkan pihaknya memberi teguran keras dengan mengancam akan menarik diri sebagai pemegang saham utama di Bank Papua.
“Ini sudah beberapa tahun kan tidak ada deviden, oleh sebab itu kita harapkan agar  manajemen bank ini sudah lebih maksimal, karena kita terus menambah modal, tetapi tidak ada peningkatan deviden kan sama saja,.”ujarnya.
Lukas juga mengingatkan kepada Bank Papua untuk tetap konsisten dalam penagihan pinjaman tetapi tidak memasukan dalam neraca keuangan.
“Saya minta tetap ditagih yang masalah kredit macet ini, tetapi tidak masukan dalam neraca keuangan,”sebutnya.
Ditambahkan, pihaknya mengharapkan kepada Bank Papua untuk menutup Kantor Cabang Pembantu (KCP) di luar Papua yang tidak berkontribusi.”Saya juga minta kepada Bank Papua, untuk menutup KCP di luar Papua yang sejauh ini, relatif tidak memberikan kontribusi,”tambahnya.
Meski tidak rinci menyebutkan tetapi Gubernur memperkirakan beberapa KCP, seperti KCP Surabaya,Makassar dan Manado bisa ditutup, tetapi pihaknya akan melihat lagi.”Kalau memang tidak kontribusi, maka harus ditutup,”pungkasnya. (Bams)

Dibaca 615 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.