Gubernur Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi | Pasific Pos.com

| 16 November, 2019 |

Gubernur Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Ebembe, SIP didampingi Ketua DPR, Yunus Wonda, Sekda Hery Dosinaen, dan Asisten I dan III, ketika diminta keterangan di Jakarta akhir pekan kemarin.

 

JAKARTA,- Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH menghimbau agar seluruh masyarakat Papua  tidak terprovokasi dengan berbagai kasus-kasus yang terjadi akhir-akhir ini di Papua.
"Saya menghimbau kepada masyarakat Papua untuk menahan diri dan tidak terprovokasi terhadap bentuk permasalahan maupun ancaman provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik di tanah ini,” kata Gubernur kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan kemarin.


Gubernur berharap masyarakat Papua terus menjaga kerukunan dan kedamaian yang sudah dibangun dan terpelihara selama ini. “Saya minta kita menjaga kesatuan negara ini. Kebhinekaan yang sudah terpelihara pun harus mesti dipertahankan. Karena nya, bagi seluruh masyarakat Papua, baik yang ada di gunung maupun pesisir dan kepulauan, waspadailah segala bentuk perpecahan dengan isu suku, agama maupun ras,” imbaunya
Katanya lagi, harus diakui bahwa Indonesia yang besar ini tidak bisa diurus oleh salah satu kelompok. Sebab itu, saya harap masyarakat tetap jaga kerukunan dan kedamaian dan terutama tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” terang Gubernur Lukas menyikapi kondisi keamanan di Kota Jayapura.
Ia juga menyerukan umat kristiani, untuk dapat memelihara kebhinekaan memasuki pekan pertama di bulan puasa. Masyarakat non muslim, sambung dia, wajib menghormati warga yang sedang berpuasa.
“Saya ingin sampaikan kepada seluruh masyarakat Papua, memasuki bulan puasa dan jelang Hari Raya Lebaran, saya minta jaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing. Silahkan umat muslim merayakan ibadah puasa dengan  penuh damai, sementara umat kristen dan lainnya turut memelihara situasi keamanan”.
Sementara mengomentari kericuhan di jalan raya Abepura – Sentani, yang dipicu dugaan pembakaran Alkitab oleh oknum TNI beberapa hari lalu, Lukas lagi-lagi meminta masyarakat untuk lebih dulu menelusuri kebenaran informasi yang diterima, sebelum mengambil sebuah tindakan.
Itulah keinginan kita semua dan sudah menjadi keinginan masyarakat Papua dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, kita tidak usah terpancing dengan apa pun.
“Sebab jangan sampai kita terpancing karena hoax atau berita bohong lalu mengambil tindakan. Sebab untuk kejadian di jalan raya Abepura-Sentani , dari informasi yang kami terima, kelihatannya oknum TNI membakar itu tidak tahu isi dari sampah  itu. Bahkan belum tentu yang dibakar itu adalah Alkitab. Saya minta kepada masyarakat Papua untuk jaga ketentraman di seluruh tanah Papua. Hindari tindakan anarkis yang sebabkan berjatuhan korban banyak orang,” harapnya.  (Bams)

Dibaca 334 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.