Diduga Alkitab Dibakar Massa Marah Dan Anarkis | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Diduga Alkitab Dibakar Massa Marah Dan Anarkis

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar saat mencoba menenangkan massa yang mulai anarkis.

 

Jayapura, Ketrentaman beribadah dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga dirusak oleh info yang beredar luas tentang pembakaran Alkitab oleh oknum TNI.
Akibat info ini, ribuan masyarakat Kristiani yang ada di kota Jayapura khususnya di wilayah Padang Bulan Abepura marah dan melakukan tindakan anarkis.


Dari pantauan di lapangan diketahui, saat itu para prajurit yang baru menempati mes yang terletak di belakang ke rumah dinas Kasrem 172/PWY  melakukan pembersihan. Saat aksi bersih bersih itu, para anggota membakar semua barang barang sisa dari kelompok penugasan yang baru saja pulang.
Saat membakar tersebut, lewat seseorang (belum diketahui siapa) mahasiswa dan melihat ada buku atau alkitab yang dibakar. Oknum tersebut langsung memfoto dan menunjukkab ke teman temannya dengan keterangan "Alkitab dibakar".
Mendengar info ini, jemaat Kristiani yang baru pulang ibadah langsung marah dan menuju ke kediaman Kasrem, tempat prajurit tersebut membakar.
Mendapat laporan ,  Kasdam XVII/Cendrawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab, Dandim 1701/Jpr, Letkol Nova  dan Kapolresta Jayapura , AKBP Tober Sirait datang dan berupaya bicara di depan massa yang berkumpul di depan wisma Korem 172 PWY. Namun massa semakin beringas sehingga Kasdam  dan rombongan mengamankan diri ke Korem.


Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar dan Kasdam XVII/Cendrawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab saat menengok Kapolresta di RS Bhayangkara.

 

Saat akan mengamankan diri tersebut, ajudan Kapolresta dan Kapolres terkena lemparan batu yang besar sehingga harus mengalami perawatan dan pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.
Negoisasi yang dilakukan hingga sire hari belum berhasil. Bahkan massa membakar ban tepat di pintu masuk Korem.
Sementara itu, masa di kediaman Kasrem mulai bertindak anarkis melempar rumah dan melakukan pengrusakan. Bahkan ada masyarakat yang sempat melemparkan bom molotov.
Melihat masa yang makin tidak terkendali, aparat keamanan mengeluarkan tembakan dengan menggunakan peluru karet.
Menjelang malam dan saat azan Magrib berkumandang, massa membubarkan diri.
Jalan raya abepura yang sempat ditutup sementara akhirnya dibuka dan lalu lintas lancar kembali. (Fani)

Dibaca 339 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.