BTM : Saya Juga Marah Tapi Biar Hukum Yang Menyelesaikan | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

BTM : Saya Juga Marah Tapi Biar Hukum Yang Menyelesaikan

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Massa yang anarkis saat membakar tumpukan ban di tengah jalan.

 

Jayapura, Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano meminta agar masyarakat Kristiani yang ada di Jayapura khususnya yang berkumpul di Makorem tidak melakukan tindakan anarkis. Hal ini dikatakan BTM saat menenangkan masa yang marah akibat beredarnya info ada aparat TNI yang membakar Alkitab, Kamis kemarin di Makorem Padang bulan.
BTM dengan suara menahan tangis menyatakan sebagai anak Port Numbay menginginkan kedamaian. "Saya mewakili semua saudara saudaraku . Saya berdiri atas nama GKI.


Rakyat ku yang saya kasihi. Alkitab mengajarkan keselamatan. Saya melihat dengan mata kepala saya. Saya merenungkan dan saya menangis. Saya sudah kembali. Saya punya hati juga sakit. Kitab suci saya , saya menangis . Maka itu saudara saudara ku jangan biarkan kekerasan merusak kedamaian di tanah Port Numbay," ujar BTM sambil menangis.
Rasa haru menyelimuti segenap yang hadir.
Lebih lanjut BTM mengajak massa agar menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang untuk melaksanakan proses hukum. "Jangan beri kesempatan kepada orang lain yang tidak bertanggung jawab menggunakan hal ini. Saya tidak mau ini terjadi. Mari kita pulang ke rumah masing masing," ujar BTM.
"Saya bertanggung jawab kepada tanah ini. Saya bertanggung jawab atas proses ini. Kami akan selesaikan itu sesuai dengan prosedur," ujar nya lebih lanjut.
BTM juga menghimbau agar jangan menyusahkan orang lain. "Jangan kita balas kejahatan dengan kejahatan. Gunakan kasih . Diantara kita ini juga ada orang orang yang mau mengacaukan tanah Papua. Jangan beri kesempatan bagi mereka untuk mengacaukan negara ini," ujar BTM
Sementara itu, Kasdam XVII/Cendrawasih Brigjen TNI Herman Asaribab mengatakan, pelaku akan segera diproses hukum. "Saya berada disini. Saya juga bawa tim penyidik saya. Kalian percayakan pada kami," ujarnya.
Dihadapan massa, Herman Asaribab mengatakan sebagai anak Papua Asli dan beragama Kristen dirinya juga merasa sakit.  "Saudara saudara sama dengan saya . Saya juga sedih dan sakit, namun percayalah saya akan menindak oknum tersebut sesuai hukum yang berlaku. Dan proses hukum akan berlangsung di Jayapura," ujar Herman Asaribab.
Pada saat yang sama tampak beberapa pendeta dari berbagai nominasi gereja berada di tengah tengah massa.
Pdt. James Wambraw, selaku  ketua umum PGGS kota Jayapura mencoba mengajak umatnya untuk menyerahkan hal ini pada aparat yang berwenang. "Hari ini hari  kenaikan Tuhan Yesus, ada terjadi pembakaran Alkitab. Alkitab adalah kitab suci. Mari kita laporkan dan kita proses sesuai hukum yang berlaku, " ujar pendeta James.
Pdt. James secara tegas, meminta agar umat pulang dan jangan terprovikasi.
"Hari ini kita tidak boleh bicara yang lain. Karena pendeta sudah bicara dengan mereka untuk diusut sampe tuntas. Dari komnas HAM ada dan ada ambusdman," ujar pendeta James. (Fani)

Dibaca 296 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.