Kapolda : Semua Pihak Diminta Hormati Proses Demokrasi | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Kapolda : Semua Pihak Diminta Hormati Proses Demokrasi

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua , Irjen Pol. Boy Rafli Amar

 

Tolikara,- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua , Irjen Pol. Boy Rafli Amar dalam kunjungannya ke Tolikara meminta agar semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilukada dapat menghormati proses demokrasi. "Semua pihak hendaknya dapat menghormati jalannya proses demokrasi. Mari kita jaga keamanan selama kegiatan ini berlangsung," ujar Kapolda.


KPU Tolikara sedianya hari Selasa (23/05) akan menggelar pleno perhitungan suara. Namun kegiatan ini terpaksa di skors karena adanya kerusuhan yang dilakukan pendukung dari salah satu pasangan calon (paslon).
Kapolda mengatakan, hari ini tugas pengamanan dalam rangka pemungutan suara ulang (PSU)  di kabupaten tolikara kita lanjutkan lagi. "Kita tahu sesuai agenda KPU  provinsi Papua hari ini merupakan hari pertama penghitungan hasil suara PSU  termasuk juga nanti akan dilanjutkan dengan pleno, ujar Kapolda.
lanjutnya, oleh karena itu rangkaian yang dijadwalkan dalam satu dua hari kedepan ini untuk kita berharap dapat berjalan dengan aman, baik dan tertib. "Nah hari ini kita juga  menyikapi berbagai unjuk rasa seperti saat ini kita lihat unjuk rasa sudah  dilakukan beberapa hari ini dan kita juga melihat ada indikasi indikasi mengarah aksi anarkis. Tapi kita juga berusaha mengedepankan upaya upaya  komunikasi persuasif masyarakat," ujar Kapolda.
Kapolda juga meminta kepada pers/wartawan untuk membantu memberikan informasi yang dapat mengajak masyarakat untuk menghormati proses demokrasi ini .
" Untuk segala sesuatu yang dirasakan apabila tidak menerima hasil dari proses PSU  ini, ada mekanisme hukum,  ada Bawaslu, ada DKPP dan juga bisa lakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi tidak bertindak anarkis," ujar Kapolda.
Lanjutnya, saluran hukum ini yang harus kita yakinkan kepada masyarakat dan juga tentunya ditopang dengan bukti bukti yang kuat. "Kami berkeyakinan kepada  seluruh penyelenggara pemilu termasuk juga yang bertanggung jawab  di bidang aspek hukum dan pengawasan dapat melaksanakan PSU dengan baik," ujar Kapolda.
Kepada masyarakat yang berunjuk rasa , Kapolda berpesan agar menempuh jalur hukum. "Saya minta kepada masing masing paslon dapat memberikan pengertian kepada masyarakat dan pendukung agar tidak melakukan aksi aksi anarkis dan kekerasan. Karena tentunya dengan kondisi seperti ini tentunya masyarakat itu sendiri yang akan rugi," ujar Kapolda
Sementara itu, pelaksanaan pleno perhitungan suara ditunda sampe waktu yang belum ditentukan dan dimungkinkan dipindahkan ke Jayapura. (Tiara)

Dibaca 702 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.