Kadepa: Perlu Deklarasi Papua Tanah Damai II | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Kadepa: Perlu Deklarasi Papua Tanah Damai II

Headline Penulis  Selasa, 23 Mei 2017 14:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

 

JAYAPUR- Beberapa kasus kekerasan berakibat kematian terjadi di kota Jayapura dalam sepekan terakhir ini. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa.
Laurenzus Kadepa memandang perlu mendorong dialog terbuka untuk menuju deklarasi Papua Tanah Damai Jilid II di Provinsi Papua.


“Perlu segera mencari solusi bagaimana kita berdamai di Papua. Jadi, saya lihat sikap BEM Uncen sama dengan sikap Komisi I DPR Papua bahwa perlu ada dialog bersama,” kata Laurenzus Kadepa di Gedung DPR Papua, Senin (22/5).
Kadepa menegaskan bahwa , Komisi I DPR Papua juga berupaya mendorong penyelesaian kasus pembunuhan di Kota Jayapura seperti yang menjadi sikap BEM Uncen Jayapura.
Untuk itu, lanjut Kadepa, Komisi I DPR Papua akan beraudiensi dengan pimpinan DPR Papua berdasarkan aspirasi BEM Uncen supaya ke depan ada dialog terbuka.
“Ya, kita akan dorong dialog terbuka. Kira-kira siapa saja yang diundang dan dilibatkan dalam dialog damai ini,” tandasnya.
 Kadepa mengatakan jika solusi Papua Tanah Damai jilid II harus diciptakan di bumi Cenderawasih ini. “Jadi, solusi Papua Tanah Damai Jilid II kita harus ciptakan. Seperti dulu Kapolda Papua I Made Mangku Pastika tahun 2000 pernah dibuat. Saya harap kapolda Papua sekarang perlu membuat dialog terbuka yang difasilitasi oleh DPR Papua untuk deklarasi Papua Tanah Damai Jilid II. Itu yang kita mau,” ujarnya.
Sebagai langkah pertama, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, dalam hal ini ia sendiri dengan Kapolres Jayapura Kota terkait kejadian-kejadian ini.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan gubernur, sehingga langkah pertama beliau undang para tokoh agama dengan Kapolda. Sudah lakukan pertemuan tahapan I. Tahapan kedua dialog terbuka itu yang kami mau,” ujarnya.
 Yang jelas, imbuh Kadepa, pihaknya akan berupaya terus dan berkomunikasi terus dengan pimpinan DPR Papua dan pihak eksekutif supaya ada dialog terbuka dalam waktu dekat. (Fani)

Dibaca 431 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.