Beginilah Gubernur Sikapi Aksi Kekerasan di Jayapura | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Beginilah Gubernur Sikapi Aksi Kekerasan di Jayapura

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe melakukan pertemuan dengan pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, di Gedung Negara Dok V Jayapura, Sabtu (20/5) malam.

 

Jayapura,- Gubenur Papua, Lukas Enembe meminta seluruh masyarakat di wilayahnya untuk tetap menjaga keutuhan, dan mengedepankan sikap toleransi dalam menyikapi aksi-aksi kekerasan di Kota Jayapura dan sekitarnya belakangan ini.


Penegasakan itu disampaikan Lukas Enembe usai melakukan pertemuan tertutup bersama pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, di Gedung Negara Dok V Jayapura, Sabtu (20/5) malam.
Gubernur Enembe tekankan, Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung apa yang sudah dilakukan seluruh institusi Polda Papua, dan kalau kasus-kasus yang terjadi adalah murni kriminal segera diproses hukum. "Kami harap seperti itu dan kami mendukung penuh," ucapnya.
Menurutnya, Kapolda sudah memberikan jaminan kepada  setiap orang boleh hidup diatas negeri ini, sehingga tidak boleh terpengaruh dengan info-info yang menyesatkan.
"Saya minta kepada masyarakat Papua untuk tetap menjaga keutuhan, apalagi tidak lama lagi akan memasuki bulan puasa dan Idul Fitri," kata Enembe.
Lanjutnya, mari jaga kebersamaan baik bagi mereka yang merayakan maupun tidak. Mari kita lindungi sama-sama, silahkan teman-teman Muslim menjalankan puasa dan diharapkan semua kebutuhan sudah terpenuhi," tambahnya.
Dalam pertemuan, kata Enembe, intinya masyarakat sudah mendapat jaminan dari Kapolda, Papua aman karena setiap orang mempunyai hak untuk hidup diatas tanah ini, tidak usah dikhawtirkan. "Kalau ada informasi yang beredar itu adalah hoax, jadi masyarakat tidak usah terpengaruh dengan info atau isu yang beredar di media sosial," tambahnya.
Dia menambahkan, mengenai pembangunan pos keamanan, Pemerintah Provinsi Papua bersama pihak Polda sudah sepakat untuk membangun di daerah yang dianggap rawan.
Ditempat yang sama, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengakui, aksi pencurian dengan kekerasan, penganiayaan, dan pengroyokan memang telah menimbulkan sejumlah korban, sehingga dari kepolisian sudah menjelaskan kepada tokoh-tokoh agama dan masyarakat tentang proses yang terjadi dan proses hukum.
"Jadi kami sudah sampaikan terutama mengenai tindakan pengroyokan yang terjadi dini hari tadi, dimana sejumlah orang sudah ditetapakan sebagai tersangka. Dari 35 orang diperiksa yang positif sampai tadi sore sebanyak tiga orang (pelakunya langsung). Jadi pelaku penganiayaan sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Boy.
"Malam ini kami akan lihat perkembangannya karena masih berjalan, mengingat kami ada waktu untuk menentukan 1x24 jam status seseorang," tambahnya.
Mengenai isu-isu yang beredar, ujar ia, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi karena memang ada yang menginginkan suasana Jayapura mencekam. "Tentu kami berharap, masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa dan tidak perlu resah," ucapnya.
Menurut ia, hari ini pihaknya juga sudah berupaya melakukan patroli gabungan TNI/Polri untuk daerah-daerah rawan. Oleh karena itu kepada masyarakat silahkan tetap laksanakan kegiatan-kegiatan seperti biasa.
"Kami juga tetap bersepakat untuk membasmi peredaran minuman keras (miras), mengingat banyak juga menjadi sumber dari segaala bentuk lahirnya kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat," kata Boy.
Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya juga sudah titipkan pesasn kepada tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk  bagaimana pemberantasan miras ini diiringi upaya-upaya meningkatkan pemahaman umat guna menjauhkan hal-hal terkait penyakit masyarakat.
Sedangkan mengenai peredaran isu di media sosial sudah pastikan adalah Hoax, terutama adanya info-info dalam satu hari ada pembunuhan dan dilakukan oleh pihak-pihak atau institusi tertentu.
"Jadi kalau ada masyarakat yang menerima info seperti ini jangan mudah percaya, itu adalah sengaja untuk menimbulkan keresahan-keresahan masyarakat di Papua," ucapnya.
"Tim cyber kami sedang mencari mereka, tentu kalau mereka dekat kita lebih mudah lagi, tetapi kalau jauh diperlukan kerjasama dengan teman-teman di daerah lain karena bisa jadi itu kiriman dari luar yang disengaja dikirim ke Papua untuk menimbulkan keresahan," tutupnya. (Bams)

Dibaca 419 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.