500 Anak Asli Papua Direkrut Masuk PTN | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

500 Anak Asli Papua Direkrut Masuk PTN

Headline Penulis  Selasa, 21 April 2015 19:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Papua dalam bebera tahun terakhir mulai digenjot. Pada tahun ajaran 2015, Program Afimasih Pendidikan Tinggi (ADIK) akan merekrut kurang lebih 500 anak-anak dari Papua dan Papua Barat untuk dikuliahkan di 39 perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia.
“Tahun ini kita punya kuota 500 yang akan diterima dari lulusan SMA/SMK, tapi khusus untuk orang asli Papua yang akan disebarkan ke 39 PTN seluruh Indonesia maupun institute sesuai dengan minat dari masing-masing anak-anak Papua,’’ ungkap Direktur Pembelajaran Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ila Sahila, kepada wartawan usia melakukan rapat tertutup dengan Sekda Papua dan Rektor Universitas Jayapura dan Musamus Merauke, Senin (20/4).
Selain itu, kata Ila Sahila, masih ada 23 politeknik negeri, apabila anak-anak Papua berminat melanjutkan pendidikan di politeknik sesuai dengan bidang masing-masing.
Dikatakan, rekrutmen atau penerimaan para mahasiswa akan dilakukan mulai bulan Juni 2015. Para calon mahasiswa akan mengikuti tes tertulis, dan setelah dinyatakan lulus, maka akan diberikan pembekalan sebelum disebarkan ke PTN seluruh Indonesia.
Para calon mahasiswa dari Papua juga mendapat keistimewaan lain dari sektor pembiayaan. Ila Sahila mengatakan mereka akan diberikan biaya hidup dalam satu sementer sebesar Rp 6 juta dan biaya pendidikan Rp 2.4 juta, yang akan di transfer langsung ke masing-masing PTN dimana anak-anak Papua berada.
Disinggung soal program Afimasih Pendidikan Tinggi (ADIK) di Papua, diakui Ila Sahila bahwa program ADIK di tahun perrtama kurang berjalan baik, tetapi ditahun kedua dan ketiga kita melakukan seleksi yang lebih baik lagi, dan ditahun ketiga kita berharap bisa lebih baik lagi.
Jadi, ada anak-anak Papua yang sudah kuliah di PTN dan mendapat IPK 3,5, karena mereka kita berikan pendampingan, bahkan ada tutornya, begitu mereka down ada yang tempat curhat,’’ tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda, yang ditemui terpisah, mengatakan untuk ADIK ini tahun ke empat, sementara ADEM INI tahun ketiga.
Menurutnya, untuk mendukung program yang menggembirakan ini, perlu dukungan dari Pemerintah terhadap biaya hidup, karena selama ini tidak pernah berjalan normal, kita harap ada dukungan darI Pemerintah Kabupaten/Kota. (Bams)

Dibaca 559 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.