475 Prajurit Dikerahkan Untuk Membuka Jalan Trans Papua | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

475 Prajurit Dikerahkan Untuk Membuka Jalan Trans Papua

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Presiden Jokowi saat meninjau jalan trans Papua Wamena-Umuga

 

Jayapura-  475 prajurit dikerahkan untuk membuka jalan trans papua Wamena-Umuga. Hal ini disampaikan Dirjen Zeni TNI AD, Brigjen TNI M.Munib Kepada Wartawan di Habema, Jayawijaya Rabu kemarin
Lebih lanjut dikatakannya, prajurit yang dikerahkan untuk membuka akses jalan Trans Papua berasal dari tiga satuan dari luar Papua dan juga berasal dari Kodam XVII Cenderawasih. "Tiga satuan tenaga kerja setiap satuan terdiri dari 75 prajurit dan 200 prajurit berasal dari Kodam XVII Cenderawasih." ujar Munib.


Dari 280 km yang harus dikerjakan TNI, saat ini sudah selesai dikerjakan sepanjang 220 Km. "220 km  itu sudah bisa dilalui kendaraan bermotor, hanya saja terhalang oleh Sungai yang dalam. Dan dalam waktu dekat akan dikerjkan oleh Kementrian PU Pera.
Ruas jalan yang dikerjakan TNI mulai dari Wanena menuju Kenyam dan dilanjutkan ke Mamugu satu, pada tahun 2016  sudah bangun kurang lebih 250 km yakni dari Wamena sampai dengan Desa Mugi di KM 108 dan selanjutnya dari Mamugu sampai sungai Kenyam.   " walaupun belum maksimal dikerjakan karena semua dorongan logistik maupun peralatan, bbm, makanan dan sebagainya harus dikirim melalui udara, " ungkap Munib.
Dia menargetkan tahun 2017 akan diselesaikan pengerjaan mulai dari Wamena sampai dengan Mamugu satu bisa tembus." sebelum jalan ini dibuka masyarakat di Mbua jika ke Wamwena harus berjalan kaki selama dua hari satu malam, saat ini sudah bisa ditembus empat jam berkendaraan," ujar Munib.
Selain itu harga beras di Mbua sebelum ada jalan seharga 950 per 15 kg, saat ini hanya 440 per 15 kg.
"Memang masih sangat mahal dibanding dengan daerah lain tetapi dengan ada akses jalan ini sudah nyata harga kebutuhan pokok sudah relatif murah." ungkap Munib.
Lanjut Munib, yang menjadi tantangan dalam pengerjaan Jalan Trans Papua adalah udara sangat ekatrim, cuaca dengan suhu yang sangat dingin 5-8 derajat," daerah berbatu-batu, terjal. Membangun jalan harus dipinggir gunung itupun dengan menggunakan bahan peledak," ungkap Munib. (Fani)

Dibaca 373 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.