Gubernur: Selesaikan Masalah Papua Seperti Aceh | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Gubernur: Selesaikan Masalah Papua Seperti Aceh

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pertemuan Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH, dengan Duta Besar Hak Asasi Manusia (HAM) Belanda Mr.Kees van Baar, di Gedung Negara Dok V Jayapura, Kamis kemarin.

 

JAYAPURA,- Duta Besar Hak Asasi Manusia (HAM) Belanda Mr.Kees van Baar mengunjungi Provinsi Papua untuk membahas beberapa isu penting terkait Pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Pertemuan yang berlangsung tertutup selama tiga jam di Gedung Negara Dok V Jayapura itu, Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, didampingi Sekda Papua, Hery Dosinaen dan Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Suzana Wanggai.


Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe usai pertemuan mengatakan bahwa, untuk menyelesaikan masalah Papua harusnya dilakukan seperti penyelesaian konflik Aceh. Disisi lain, kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Papua pun belum diselesaikan sampai di tingkat pengadilan hingga saat ini.
Dikatakan, konflik yang terjadi di Papua sama seperti Aceh, di mana ada kelompok United Liberation Movement for West Papua New (ULMWP) maupun Komite Nasional Papua Barat (KNPB) maupun TPN/OPM yang memperjuangkan kemerdekaan Papua. Sehingga sering terjadi konflik dengan TNI/Polri.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa, dalam pertemuan dengan Dubes HAM Belanda sudah disampaikan bahwa Belanda yang membuat kesalahan dengan janji-janjinya. Sehingga orang Papua terus menjadi korban sampai sekarang.
“jika ingin menyelesaikan persoalan di Papua, maka perlu dikakukan seperti di Aceh. Dimana, hadirkan semua kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan Pemerintah Indonesia seperti ULMWP maupun KNPB,” ujarnya.
Masih menurutnya, persoalan Papua bukan soal pembangunan dan kesejahteraan, tetapi karena konflik yang terjadi, hal ini terjadi disebabkan adanya beda ideologi. “Kalau konflik internal Papua itu lebih kepada perang suku, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun Narkoba,” jelasnya.
Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Hak Asasi Manusia (HAM) Belanda Kees van Baar mengaku, dalam kunjungan ini kami membahas mengenai isu apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat Papua khususnya dalam hal pencegahan kekerasan.
Menurut Kees, selain membahas bagaimana mencegah kekerasan terjadi di Papua, pihaknya juga mengajak bagaimana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk bekerja bersama dengan Kedutaan Besar Belanda menangani hal tersebut. "Kedatangan ini juga bertujuan untuk melihat sampai sejauh mana kerja sama yang telah dibangun Pemerintah Belanda pada program-program masyarakat," ujarnya.
Dia menjelaskan pencegahan kekerasan yang dibahasnya dengan Pemprov Papua bertujuan agar semua pihak dapat hidup damai. "Kekerasan ini tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga di Indonesia, bahkan di seluruh dunia sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk mencegah terjadinya hal tersebut," katanya lagi.
Dia menambahkan pencegahan terjadinya kekerasan ini menjadi isu yang menarik tidak hanya di Papua, namun juga di seluruh dunia. "Tidak hanya itu, saya juga merasa senang bisa berada di Papua dan melihat secara langsung apa yang terjadi di wilayah ini," ujarnya lagi. (Bams)

Dibaca 771 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.