IMBANG DI LAGA PERDANA, PELATIH PERSIPURA KECEWA | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

IMBANG DI LAGA PERDANA, PELATIH PERSIPURA KECEWA

Headline Penulis  Rabu, 19 April 2017 15:40 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Persipura Jayapura gagal mendulang angka penuh dalam laga perdana di Liga 1 2017 setelah bermain imbang 1-1 melawan Persegres Gresik United 1-1 di Stadion Mandala, (18/4) sore WIB.
Pelatih Persipura Liestiadi dalam keterangan persnya, mengaku puas dengan permainan anak asuhannya. “Secara permainan saya puas, tapi saya kecewa dengan hasil akhir,” ungkapnya.

Ia mengaku, hasil ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya untuk mempersiapkan timnya  melawan tuan rumah Bali United, Minggu (23/4) mendatang.
Sementara itu, Pelatih Persegres Hanafi mengakui, sukses timnya mencuri satu poin dari Persipura karena pertahanan yang digalang timnya sepanjang pertandingan sangat rapat. Untuk itu, meski tampil di bawah tekanan tuan rumah nyaris sepanjang laga, Persegres mampu menghindari kekalahan.
Soal penampilan timnya yang cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik, Hanafi mengaku di luar taktik dan skema main yang ia terapkan. Sebab, sebenarnya ia menginstruksikan anak buahnya untuk tampil menyerang.
“Memang, permainan Persegres adalah hasil improvisasi anak-anak. Mereka tahu, serangan Persipura sangat berbahaya. Jadi, mereka menyesuaikan dengan situasi yang berkembang di lapangan,” terang Hanafi.
Dari jalannya pertandingan di babak pertama, Persipura yang berusaha mengawali musim ini dengan baik langsung melakukan tekanan ke pertahanan Gresik United. Kans diperoleh tuan rumah ketika laga baru berjalan delapan menit. Satria Tama sempat gagal menangkap bola tendangan Boaz Solossa, tapi kiper Gresik United ini masih bisa mengejar bola sebelum melewati garis gawang.
Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Persipura akhirnya membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke-11. Umpan Yustinus Pae dapat dituntaskan Boaz lewat tendangan kerasnya yang tak bisa dibendung Satria.
Keunggulan ini membuat Persipura makin termotivasi. Tim besutan Liestiadi itu kembali mendapatkan peluang selang enam menit kemudian. Namun sepakan Boaz masih bisa diamankan Satria.
Alih-alih menambah keunggulan, gawang Persipura justru kebobolan. Ghufroni Al Maruf yang lepas dari jebakan off-side memberikan umpan matang kepada Patrick da Silva untuk menjebol gawang Yoo Jae Hoon pada menit ke-26.
Gol ini menumbuhkan kepercayaan diri penggawa Gresik United. Kedua tim mulai saling balas serangan untuk mengungguli lawannya masing-masing. Namun hingga babak pertama berakhir, skor imbang 1-1 tetap bertahan.
Di babak kedua, permainan Persipura dan Gresik United tidak mengalami perubahan di babak kedua. Mereka masih menerapkan skema ofensif guna mengubah papan skor. Duel kedua tim pun berlangsung sengit.
Namun Persipura yang tak ingin kehilangan muka di hadapan pendukungnya bermain lebih agresif. Sepuluh menit babak kedua berjalan, Persipura mendapatkan sejumlah peluang melalui Ferinando Pahabol dan Ricardinho, tapi tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.
Gresik United terpaksa melakukan pergantian kiper pada menit ke-61 setelah Satria mengalami cedera. Pelatih Hanafi pun memasukkan Aji Saka untuk mengamankan gawang Laskar Joko Samudro dari ancaman penggawa Persipura.
Selepas laga berjalan 75 menit, Persipura mulai memberikan tekanan hebat ke pertahanan Gresik United. Hanya saja, mereka menemui kesulitan menembus lini belakang yang dipimpin Goran Ganchev.
Pertahanan solid yang peragakan Gresik United membuat Persipura mulai frustasi. Akibatnya, mereka gagal menambah pundi gol hingga peluit panjang ditiupkan wasit, dan harus puas bermain imbang 1-1. (Hermon)

Dibaca 277 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.