Imigrasi Merauke Tangkap Lima WNA | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Imigrasi Merauke Tangkap Lima WNA

Headline Penulis  Rabu, 19 April 2017 15:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,- Kantor Imigrasi Kelas II Merauke melakukan penangkapan terhadap lima orang warga Negara Senegal pemegang ijin tinggal bebas visa kunjungan 30 hari, Minggu (16/4) lalu.  Kelima orang tersebut masuk ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pada Tanggal 29 Maret 2017 lalu dan masuk di Merauke melalui Bandar Udara Mopah pada Tanggal 8 April 2017. Penangkapan dilakukan di Jalan Trans Papua Sota dan diduga mereka akan melakukan perlintasan ilegal menuju Papua News Guinea (PNG).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Merauke, Yan Wely Wiguna mengatakan penangkapan terhadap lima orang tersebut adalah hasil pengumpulan data dan informasi di lapangan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diduga lima orang tersebut telah melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan ijin tinggalnya atau peruntukan visanya yang bertentangan dengan pasal 122 huruf a dan pasal 123 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.
 “Lima orang ini selanjutnya akan kami kembangkan penyelidikannya melalui pemeriksaan, untuk diketahui dan tindakan apa yang akan diberikan. Sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian  dimungkinkan ada tindakan administrasi berupa pendeportasian maupun tindakan pro yustisia,”terangnya saat konfrensi pers di Kantor Imigrasi Kelas II Merauke, Selasa (18/4).
Ditambahkan, kelima orang tersebut adalah Tambedou Bademba, laki-laki lahir 10 Oktober 1979 nomor paspor A01809184. Wade  Seydou laki-laki lahir 11 Desember 1990, nomor paspor A01832538. Sow Aly, laki-laki  27 September 1972 nomor paspor A01085929. Diagne Djibril, laki-laki 27 Januari 1976, nomor paspor A01608199. Diop Babacar laki-laki 1 Juni 1964 nomor paspor A01858730. Sedangkan barang bukti yang sita adalah lima paspor, tiket pesawat, noken, hape dan uang senilai 600 dolar. (Melani Razak)

Dibaca 347 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX