DPRP Desak Polisi Usut Peredaran Miras di Dogiyai | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

DPRP Desak Polisi Usut Peredaran Miras di Dogiyai

Headline Penulis  Rabu, 19 April 2017 15:35 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRP) Papua, Natan Pahabol

 

Jayapura,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRP) Papua, Natan Pahabol mendesak aparat keamanan mengusut dan menangkap oknum penjual minuman keras. Akibat miras ini, enam warga kampung Denemani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, meninggal usai minum miras oplosan, Jumat pekan kemarin.

“Kami harap aparat kepolisian. Kapolres setempat dan lain-lain segera tangkap pihak penjual, yang produksi dan yang pasok miras. Ini agar jangan terulang lagi di tempat yang sama,” kata Natan Pahabol, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/4) kemarin.
Dikatakannya, yang meninggal akibat menegak miras adalah anak muda generasi masa depan Papua, sehingga pihaknya sangat prihatin dan berduka atas meninggalnya anak-anak muda Papua akibat miras yang dinilai meninggal dengan sia-sia.
“ Kasian, pasti orang tuanya kecewa. Mereka ini harapan masa depan Papua yang mati sia-sia. Ini mati tidak terhormat. Kemudian kalau melihat pesta miras itu tanggal 14 padahal itu tanggal ibadah jumat agung. Jadi kalau mereka minum oplosan itu, dimanakah kesadaran orang-orang ini. Padahal kami melarang,” kata Natan.
Meninggalnya eman orang itu harus segera disikapi dengan mengejar pelaku. pihaknya juga mengutuk oknum yang jual oplosan ini. sebab pemerintah sudah membuat larangan menjual miras, tapi masih dijual.
“Siapa yang jual hars diungkap. Pihak berwajib harus tangkap penjual. Siapapun dia yang jual. Apakah orang Papua atau pendatang. satu atau dua tahun sebelumnya juga ada korban miras di Dogiyai. Penjual harus diperiksa. Apa kandungan miras oplosan itu,” harap Natan.
Selain itu, Natan juga mempertayakan peran pemerintah, tomas, toga, perempuan, pemuda, gereja yang tidak mengambil tindakan tegas bagi oknum yang menjual miras di wilayah mereka.
“Kenapa mereka tidak menegur dan melarang dan sebagainya. Ini Dogiyai bukan kota besar. Kalau ada anak-anak perilakunya kurang baik jangan hanya harap pemerintah. Kami harap unsur-unsur ini berpartisipasi memeri pemahaman, pembinaan dan arahan. Tak kalah penting orang tua dan anak harus tahu diri punya masa depan yang panjang. Mereka dilahirkan bukan untuk mati sia-sia,” ucapnya.
Natan menambahkan menyikapi masalah meninggalnya pemuda di Dogiyai, akibat miras, maka DPRP harus mengambil sikap dengan membentuk tim.
Keenam enam orang korban miras oplosan adalah bernama Yosep Yobee Ekari, Marthinus Goo Ekari, Yulianus Aanouw, Anthon Kegakoto, Berthus Yobee dan Mesak Pekey Yobee.  (Fani)

Dibaca 332 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX