316 Prajurit Baru Dilantik | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

316 Prajurit Baru Dilantik

Headline Penulis  Selasa, 18 April 2017 13:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Jadilah Prajurit Profesional Yang Dicintai Rakyat"

SENTANI,- Panglima Kodam (Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian meminta agar prajurit prajurit yang baru dapat menjadi prajurit yang profesional dan dicintai rakyat.
Pesan ini disampaikan pada penutupan Diktama TNI AD gelombang II tahap I TA 2016 yang berlangsung Sabtu pekan kemarin di rindam XVII/Cendeawasih.

"Sumpah seorang prajurit. Sumpah ini disaksikan semua undangan tapi pada initinya sumpah adalah hubungan  dengan pertanggung jawabannya kepada Tuhan YME. Artinya sumpah adalah dipertanggung jawabkan kepada Tuhan yang diyakini sesuai agama yang diyakini maaing masing," tegas Pangdam.
Dikatakan lebih lanjut, pelantikan hari ini menandakan kalian telah berhasil meraih prajurit dua AD. Kalian mampu mencapai cita cita dan mampu menyeleaaikan pendidikan kalian.
"Saya tau bahwa selama pendidikan kalian dibekali kemampuan dan ketrampilan dasar sebagai prajurit. Setelah ini kalian akan dibina kecabangan. Dari pengetahuan yang diberikan , jati dirimu sekarang adalah jati diri sebagai prajurit rakyat, TNI lahirnya dari rakyat. Cintai rakyat," ujar Pangdam.
Dikatakannya pula pada hakikinya tentara  adalah prajurit rakyat yang artinya sebagai prajurit harus disayang oleh masyarakat. Prajurit  pejuang  yang penjabarannya tidak boleh mengeluh. Bersedia ditempatkan dimana saja. sementara ity prajurit nasional artinya, prajurit ada untuk kepentingan nasional. Kepentingan negara RI. Jati diri ke 4 adalah profeaional. Terampil dan menguasai . Disiplin, menembaknya bagus. Dan sesuai dengan kecabangan masing masing akan dibekali pengetahuan. Profesional artinya mevintai dan bangga akan tugasnya. Maka kalian harus bangga sebagai prajurit karena itu adalah kebanggaanmu dan keluargamu.
Lebih lanjut Pangdam berpesan bahwa Prajurit TNI adalah zat perekat kesatuan dan persatuan NKRI . Sebab kita berbeda beda yang disatukan melalui Pancasila dimana melalui Bhineka Tunghal Ika. "Banyak negara negara yang hancur karena tidak memiliki persatuan. NkRI memiliki persatuan, toleransi. Jati diri kiya adalah perekat persatuan dan kesatuan," ujar Pangdam. (Fani)

Dibaca 363 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX