Gedung Negara Warisan Untuk Anak-Anak Papua | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Gedung Negara Warisan Untuk Anak-Anak Papua

Headline Penulis  Selasa, 11 April 2017 13:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe saat meresmikan Gedung Negara yang terletak di Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara, Minggu (09/04/2017) malam.

 

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe meresmikan Gedung Negara yang terletak di Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara, Minggu (09/04/2017) malam. Peresmian Gedung Negara tersebut turut dihadiri oleh unsur korpinda Papua, Pejabat utama TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ondoafi serta staf Pemda provinsi Papua.
Acara diawali dengan penyerahan kunci gedung dari Kepala Proyek kepada Gubernur Papua sekaligus dilaksanakan pembukaan pintu gedung negara dan selanjutnya doa syukur masuk gedung.

Dalam Sambutannya Gubernur menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh hadirin undangan, dan mengajak untuk mengucap syukur karena gedung telah selesai dikerjakan yang mana sebelumnya merupakan bangunan Belanda hingga dilakukan renovasi secara menyeluruh.
 “Gedung negara ini secara sah kami resmikan, sekaligus gedung ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Papua secara baik dan ini merupakan aset negara di provinsi Papua,” ujar Gubernur Papua.
Dikatakan, pembangunan gedung diatas tanah seluas dua hektar dan bernuansa budaya Papua ini sengaja dibangun untuk selanjutnya diwariskan kepada anak-anak Papua. “semua tiang pilar utama yang menopang seluruh sisi gedung berbentuk tifa yang melambangkan sebuah gendang. Bukan hanya itu, seluruh atap bagian atas berbentuk honai yang melambangkan rumah adat di Papua serta dihiasi ukiran-ukiran dari lima wilayah adat seperti Kabupaten Asmat dan Sentani. Selain itu, proses pengecatan ukiran-ukiran dinding juga melibatkan suku-suku terkait sehingga tidak asal membuatnya. "Jadi untuk ukiran ini kami datangkan orang asal Sentani dan Asmat karena memang ukirannya. Kami tidak ingin salah dalam bekerja," kata Enembe.
Ia katakan, seluruh ornamen-ornamen dirancang oleh budayawan dari Universitas Cenderawasih dan sesuai dengan budaya Papua. "Seluruhnya kami taruh disini," tambahnya.
Lukas Enembe tekankan, gedung negara bukanlah milik Gubernur ataupun Wakil Gubernur. Tetapi milik semua orang Papua, sehingga kami tinggalkan ini sebagai legasi (warisan).
"Saya rasa gedung ini sudah dibangun dengan sangat luar biasa, tapi masih ada beberapa bangunan yang akan dibangun seperti mess dan pagar. Dengan demikian di peringatan empat tahun kepemimpinan saya bersama Klemen Tinal ini, secara resmi dengan doa otomatis gedung ini sudah bisa dipakai oleh kita semua dan ini akan dijadikan tempat untuk semua orang," ucapnya.
Oleh karena itu, pihaknya sangat bersyukur gedung ini bisa selesai dalam dua tahun. "Begitu kami bongkar gedung ini ternyata sudah dibangun dari jaman Belanda, sehingga seluruh kayu yang ada sudah lapuk dan selama ini hanya dilakukan tambal sulam, untuk itu saya perintahkan untuk bongkar dan bangun baru," kata Enembe.
"Keberadaan gedung negara adalah aset negara yang bisa ditinggalkan untuk anak-anak Papua, karena dengan adanya gedung yang bagus dan permanen anak-anak Papua bisa bekarya disini. Untuk itu kami sangat mengucap syukur atas karya Tuhan atas kami," tambahnya.
Gubernur Enembe katakan, selama empat tahun memimpin Papua, dirinya bersama Klemen Tinal selaku Wakil Gubernur selalu saling melengkapi kekurangan masing-masing, dan atas dukungan dan kerjasama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semua pembangunan bisa berjalan dengan sangat baik.
"OPD yang ada sekitar 53, ini yang membuat pemerintahan Papua sangat kuat karena seluruhnya saling bekerjasama.
Saya sampaikan terimakasih, karena dalam empat tahun indikator pembangunan banyak terjadi perubahan. Terus terang banyak terjadi perubahan, para bupati dan wali kota juga telah bekerja dengan sangat baik dalam membangun daerah masing-masing," kata Enembe.
"Harapan saya kedepan semua bisa bekerja dengan lebih baik lagi, sehingga peningkatan-peningkatan disegala bidang bisa terjadi dengan merata. Ini adalah gambaran pembangunan Papua, dengan demikian harapan kami bisa lebih baik lagi dan banyak pembangunan terjadi," tambahnya. (Bams)

Dibaca 349 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.