Amungme VS Key Di Kompleks Pasar Sentral Mimika | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Amungme VS Key Di Kompleks Pasar Sentral Mimika

Headline Penulis  Selasa, 04 April 2017 14:38 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Timika indentik kota yang tiap minggu terjadi kerusuhan atau keributan.
Demikian juga yang terjadi Senin kemarin. Dimana  di jalan Hasanudin ujung irigasi, komplek pasar sentral distrik Mimika Baru terjadi aksi penyerangan dengan menggunakan panah tradisional dengan sasaran masyarakat Suku Key yang dilakukan oleh masyarakat adat Suku Amungme dari keluarga Alm. Luther Magal.

Dari data lapangab diketahui pagi kemarib puluhan masyarakat adat Suku Amungme dengan mempersenjatai diri busur dan panah tradisional berkumpul di sekitar kediaman Obaja Magal.
Massa dari suku Amungme keluarga Alm. Luther Magal yang emosi secara berkelompok bergerak keluar meninggalkan kediaman Obaja Magal,  kemudian secara spontanitas melakukan aksi pemalangan dengan membentangkan batang pohon di tengah jalan disertai aksi penyerangan dan penjarahan serta pengrusakan menggunakan panah tradisional terhadap warga maupun rumah dan warung hingga sampai arah pasar baru irigasi yang  mengakibatkan 2 orang masyarakat luka-luka akibat terkena panah serta warung maupun bengkel ikut dijarah.
Mendapat laporan masyarakat, aparat Kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia,  tiba di lokasi kejadian kemudian membubarkan aksi massa untuk kembali ke lokasi titik kumpul dengan melepaskan tembakan dan gas air mata ke udara.
Tak lama kemudian Kapolres Mimika AKBP Victor D. Mackbon SH, SIK, M.Si tiba di kediaman Obaja Magal untuk  bertemu dengan para tokoh di kediaman tersebut.
Dihadapan Kapolres, tokoh masyarakat Amungme, Marthen Magal mengatakan bahwa pihaknya menginginkan agar nyawa harus dibalas dengan nyawa baru permasalahan ini selesai sebab jika tidak maka situasi akan terjadi begini terus.
Mendengar pernyataan ini Kapolres menjelaskan bahwa akibat dari aksi ini akhirnya masyarakat lain yang tidak tau pokok persoalan yang menjadi korban.
"Apabila pihak keluarga korban mau bertemu dengan pihak pelaku maka kami akan fasilitasi," ujar Kapolres.
Kapolres meminta kepada masyarakat untuk membuka ruang komunikasi yang baik tanpa harus melakukan tindakan melawan hukum. " Secara hukum para pelaku telah tangkap namun saya meminta kepada bapak Marthen Magal  kendalikan masyarakat untuk dapat menahan diri karena kami pada prinsipnya tidak menginginkan terjadinya benturan dengan masyarakat," ujar Kapolres.
Obaja Magal menjawab pernyataan Kapolres dengan mengatakan, masalah ini yang jual siapa karena saya hanya membeli. Beberpa waktu lalu masyarakat Suku Key telah membuat dan menandatangani surat pernyataan damai untuk tidak berbuat hal-hal yang bisa menimbulkan pertikaian di kantor DPRD Kab. Mimika tapi mereka sendiri melanggar dan sekarang terjadi lagi.
"Kami masyarakat adat Suku Amungme menginginkan Kabupaten Mimika maju. Kami masyarakat adat Suku Amungme baru membuka mata untuk ikuti aturan hukum tapi sampai kapan kami harus jadi korban di atas tanah kami sendiri," ujarnya.
Dihelaskannya pula, masyarakat adat Suku Amungme menginginkan hidup berdampingan dengan Suku lain di Kab. Mimika dengan aman dan damai karena kami tidak mau ketinggalan, kami mau maju.  Pemerintah bersama aparat Keamanan harus membuat cara menciptakan situasi yang aman dan damai dan tidak main tangkap lalu di proses hukum itu menjadi kebiasaan.
Menyarankan kepada kepala Suku Key PIET RAFRA hadir disini untuk duduk bersama dengan kami pihak keluarga korban sehingga persoalan bisa segera di selesaikan.
Hingga sore hari, massa dari masyarakat adat Suku Amungme masih berkumpul di kediaman Obaja Magal dengan mempersenjatai diri busur dan panah tradisional sementara aparat Kepolisian masih berjaga-jaga guna mengantisipasi terjadinya aksi lanjutan.
Dalam pertikaian kemarin, Lucas Lappu mengalami luka akibat terkena panah pada bagian dada sebelah kanan. Luka akibat terkena panah pada bagian punggung sebelah kanan. Korban lain atas nama Sangkal mengalami luka  akibat terkena panah pada bagian punggung belakang tembus / panah tertancap;   Luka akibat terkena panah antara bagian leher ,  pundak dan  rusuk sebelah kiri. (Fani)

Dibaca 473 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX