Bupati Waropen Divonis Bebas | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Bupati Waropen Divonis Bebas

Headline Penulis  Kamis, 16 April 2015 09:52 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA-Bupati Waropen DR. Drs. Yesaya Buinei,MM yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Waropen sebesar Rp 3 Miliar Tahun 2010, akhirnya divonis  bebas  oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jayapura, Rabu (15/4) kemarin.
  Dalam persidangan yang dipadati para pengunjung  serta dalam pengamanan puluhan personel anggota Brimob Polda Papua itu, ketiga hakim yang menyidangkan perkara ini, yakni Martinus Balla, SH (ketua majelis hakim) serta dua anggota Petrus Maturbong, SH dan Bernard Akasian, SH, menyatakan, terdakwa tidak terbukti bersalah  melanggar pasal primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seagaimana  dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
  Namun, demikian dalam satu dari tiga hakim yakni Bernard Akasian, SH memiliki perbedaan pandangan dengan dua hakim tentang pasal Subsidair pasal 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seagaimana  dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam perbedaan pandangan itu, hakim Bernard Akasian, SH menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal Subsaider tentang penyalahgunaan kewenangannya sebagai Bupati atau pejabat.
  Kontan saja,  terkait dengan putusan bebas yang dijatuhkan majelis hakim, para pengunjung  yang mayoritas keluarga terdakwa langsung melakukan aplous terhadap majelis hakim yang memutus bebas terdakwa. 
  Selanjutnya, terkait dengan putusan vonis tersebut, JPU ketika menjawab pertanyaan majelis hakim pasca putusan tersebut, mengaku akan melakukan  upaya banding. Sementara itu, tim PH terdakwa mengaku menerima dan puas dengan putusan majelis hakim tersebut.
  Tim kuasa hukum terdakwa Pieter Ell, SH terkait putusan majelis hakim tersebut mengaku tidak kaget dengan vonis bebas kliennya. Alasanya berdasarkan fakta-fakta persidangan tidak ada satupun keterangan saksi menyatakan kliennya bersalah melakukan atau mengeluarkan perintah untuk pencairan dana Rp 3 Miliar.  Justru sebaliknya terdakwa mengeluarkan disposisi untuk melakukan pemblokiran dana tersebut di Bank BRI. (And)

Dibaca 2001 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.