HUT Brigif 20/IJK Mencatat Sejarah | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

HUT Brigif 20/IJK Mencatat Sejarah

Headline Penulis  Kamis, 16 April 2015 09:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika,- Jangan sekali kali melupakan sejarah. Peringatan HUT Brigif 20/IJK kali ini pun merupakan sejarah dengan memperingatinya di Puncak Cartenz. "Hendaknya hal ini dijadikan wahana untuk membangun semangat dan jiwa korsa serta menunbuhkan rasa memilliki terhadap satuan sebagai tempat pengabdian, berkarya dan meningkatkan kualitas diri," demikian dikatakan Panglima komando daerah militer (Pangdam) XVII/Cendrawasih , Mayjen TNI Fransen G. Siahaan pada upacara HUT Brigif 20/IJK di puncak Cartenz , Tembagapura, Timika , Rabu (15/4)
Pangdam berpesan agar prajurit meningkatkan disiplin. Sebab disiplin prajurit merupakan kata kunci membangun citra TNI AD. "Banyak kasus pelanggaran anggota saat ini. Saya harapkan unsur komandan agar melakukan komunikasi dua arah dengan prajurit melalui jam jam komandan," ujar Pangdam.
Pangdam memberikan 6 atensi kepada prajurit untuk dipedomani oleh prajurit Brigif 20/IJK. Pertama, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua tegakkan kehidupan militer dengan baik dan benar, tingkatkan hubungan TNI/Polri dengan masyarakat sebagai wujud pengamalan sumpah prajurit, sapta marga dan 8 wajib TNI. Ketiga Bangun loyalitas dan soliditas tegak lurus yang tegas. Keempat, tingkatkan kepekaan dan daya tanggap terhadap setiap permasalahan dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Kelima, jangan pernah ragu dalam melaksanakan tugas di lapangan bila semua prosedur sudah dilAkukan dengan benar. Keenam, jalankan dan tingkatkan budaya tertib administrasi secara konsisten dan hindari penyimpangan penggunaan anggaran sekecil apapun.
Pada kegiatan upacara HUT ini, tampak hadir Asintel Kol. Immanuel Ginting, Asops Kol. Tehuteru, Danlanal Timika, Kapolres Timika, Dandim 1710 Timika, Asisten 1 Kabupaten Mimika, unsur pimpinan PT Freeport.
Pada akhir acara, tampak masyarakat adat dengan menggunakan pakaian adat (koteka) menyerahkan bunga Adelweis kepada Panglima sebagai tanda cinta kasih. (Fani)

Dibaca 2075 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.