Bongkar Otak Judi Online, Polda akan Gandeng Interpol | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Bongkar Otak Judi Online, Polda akan Gandeng Interpol

Headline Penulis  Selasa, 21 Maret 2017 12:47 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA –Kepolisian Daerah Papua akan melakukan kerjasama dengan Interpool untuk mengungkap jaringan judi online Dumaster di Kabupaten Mimika.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PPATK maupun para pihak lainnya guna mengunggkap kasus yang kini marak di tengah masyarakat. . “Kita akan mencari bukti-bukti lainnya terkait judi online ini, termasuk mengungkap para pengecer judi online ini,” kata Paulus.

Kata Paulus, dalam proses penyidikan oleh pihaknya bahwa perjudian online tersebut  memiliki pusat server di Kota Munich, Jerman. “Indikasi pendaftaran website judi online ini berasal dari Amerika, pelaku mendaftarkan dari nama seseorang di Amerika. Kami  akan dalami secara procedural dan professional,” tuturnya.
Sebelumnya, Kasubdit II Perbankan, Cyber Crime dan TPPU Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua AKBP Juliarman Pasaribu menyebutkan, omset perjudian ini mencapai Rp 600 juta hingga Rp 700 juta setiap hari. Namun dari pendalaman penyidik, keuntungan para tersangka bisa mencapai Rp 2 Miliar.
 ”Ini pengakuan dari tersangka sendiri, namun setelah kami dalami, keuntungan mereka bisa lebih dari Rp 1 Miliar atau Rp 2 M,” kata mantan Kasubdit PID Humas Polda Papua ini, Minggu (19/3).
Ia menyampaikan  usaha judi online tersebut sduah dibuka kurang lebih dua bulan, dimana ketiga tersangka yang diamanakan memiliki peran masing-masing  tersangka   L alias BSG berperan sebagai  penghitung, pengumpul termaksud pemonitoring nomor  yang keluar, S  sebagai akuntan  yang merupakan pembukuan untuk data pemasukan dan pengeluaran, serta S alias GW merupakan pemilik dari usaha judi online
“ website tersebut yakni dumaster.com dan fun303.com Perjudian ini sudah dilaksanakan selama dua bulan dengan TKP di kabupaten Mimika Papua. Perjudian ini  memiliki omset  menurut pengakuan tersangka mencapai  700 juta perharinya, setelah kami dalami ada kemungkinan  hal ini bisa labih dan bisa mancapai 1 dan 2 millyar, itupun kalau dihitung-hitung Satu hari pendapatan mereka bisa mencapai 600 hingga 700 juta kalau dihitung-hitung perbulannya mereka bisa mencapai  18 hingga 21 M,” jelasnya.
Ia menuturkan Ketiga pelaku bekuk  pada  tangga 18/3  sabtu kemarin di mimika dan dibawah ke polda papua guna dilakukan  pendalam  sejauh mana perkembangan  dari perputaran uang  karna ada indikasinya bahwa  server ini saat dilacak temukan di Negara jerman .
“  tidak  menutup kemungkinan kami akan bekerja sama dengan  londes kriminal  AM dari   bayer polis dari jerman kemudian juga ada indikasi pelakunya dari america dia mendaftarkan atas nama seseorang di amerika  kami akan mendalami secara procedural dan professional  dan kami juga tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan kepolisian diluar  FBI dan kepolisian Jerman guna menbongkar jaringan judi online,” pungkasnya.
Ia menyampaikan judi online yang diaktori para tersangka ini sudah menyebar di seluruh tanah papua maupun diluar papua karena online jadi bisa didaftar dimana saja.
“ Judia online ini sangat meresahkan  dan menganggu perekonomian masyarakat bawah di papua  jadi orang-orang yang bergabung ini ketagihan  dan bergabung dalam permainan ini dan berharap  pada permainan judi ini,” tuturnya.
Dirinya menambahkan keempat tersangka akan jerat dengan pasal dikenakan 45 ayat 2 UU  19 tahun 2016  tentang  perubahan atas undang-undang  nomor 11 tahun 2008  tentan ITE  barang siapa tanpa hak mendistribusikan  atau  mentransmisikan  atau membuat  dapat diaksesnya informasi elektronik  atau document elektronik  yang memiliki permuatan perjudian  ancamanya hukumannya  minimal 6 tahun dan dendanya  sebanyak-banyaknya 1 M. (Ridwan)

Dibaca 277 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.