Bupati Apresiasi Pers Di Merauke | Pasific Pos.com

| 17 August, 2019 |

Bupati Apresiasi Pers Di Merauke

Headline Penulis  Kamis, 16 Maret 2017 11:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE,M.Si

 

MERAUKE,- Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE,M.Si menyampaikan apresiasi dan proviciat kepada seluruh Insan Pers baik media cetak maupun elektronik yang ada di Kabupaten Merauke.
Menurut Bupati, hubungan yang tercipta selama ini antara pemerintah daerah dengan Insan Pers yang dibawahi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) baik secara pemberitaan, konfirmasi maupun pengamatan terhadap pembangunan sudah benar-benar objektif, transparan dan berimbang dengan menghomati etika jurnalistik.

 “Pemerintah menyampaikan proviciat. Satu tahun berjalan, kami menilai bahwa ada hubungan yang baik (dengan Insan Pers,red),”ungkap Bupati usai ramah tamah dengan Insan Pers di Swissbell-Hotel Merauke, Rabu (15/3).  
Lanjut Bupati, dalam ramah tamah itu juga terjadi komunikasi, dialog dan tukar pikiran. Kedepan perlu adanya kerjasama dan komitmen bersama Pers seperti dukungan dari sisi uniform, wadah dan bagaimana membagun kaderisasi. Bahkan, Bupati juga akan membuat edaran kepada seluruh SKPD, badan dan kantor untuk berlangganan atau menggunakan media lokal baik cetak maupun elektronik sebagai salahsatu sumber pemberitaan yang positif.
 “Terima kasih kepada seluruh media yang ada, tidak terpengaruh dengan isu-isu atau informasi yang berkembang di media sosial. Pers di Merauke tugasnya mendorong partisipasi aktif masyarakat, distrik, kelurahan dan kampung untuk membangun sesuai dengan RPJMD yang baru lewat Musrenbang,”ujar Bupati.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Merauke, Felix Hursepuny,S.Sosjuga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Merauke, atas kepeduliannya dengan melakukan komunikasi, dialog dan silaturahmi dengan insan Pers sebagai mitra untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Merauke.
Sebagai media resmi, pihaknya tentu menginginkan semua produk jurnalistik baik cetak maupun elektronik tetap mengacu kepada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.“Setiap pemberitaan, informasi ke publik itu harus berimbang.Nafasnya adalah keseimbangan,”tegasnya.
Ia juga menegaskan, media tidak bisa dijadikan sebagai alat kepentingan individu yang sifatnya membuat suatu daerah tidak kondusif. ‘Ongkos’ sebuah kedamaian itu sangat mahal, sehingga ini menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga kedamaian, menjaga kerukunan dan menjaga kesejukan di daerah ini supaya pembangunan bisa berjalan dengan baik.
“Kami menginginkan sebagai organisasi Pers yang diakui Dewan Pers, setiap individu dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, setidaknya memberikan informasi yang sejuk, informasi yang sifatnya membangun, bukan menciptakan propaganda, tudingan dan fitnah,”ujarnya. (Suyatmadi)

Dibaca 552 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.