Demo Damai Tolak Hasil Pilkada Tolikara | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Demo Damai Tolak Hasil Pilkada Tolikara

Headline Penulis  Jumat, 03 Maret 2017 15:07 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Demo damai dari Forum Peduli Demokrasi Penegak Keadilan Tolikara menolak hasil pleno penetapan KPUD terkait pemungutan suara Tolikara, 15 Februari 2017.
Massa yang berjumlah ratusan orang ini menggelar demo damai di depan Kantor Bawaslu Papua, Kamis kemarin. Massa menuntut dilakukan PSU di 18 TPS dan hanya mengakui pleno 28 distrik.

Koordinator aksi, Ishak Chogoyanak Giay dalam orasinya mengatakan, ada 18 distrik direkomendasikan  PSU tapi tidak ditindaklanjuti KPUD. Selain itu ketika Pilkada di Tolikara, KPU Papua, Bawaslu Papua dan Polda Papua berada di wilayah itu. "Mereka menyaksikan sendiri berbagai kecurangan. Menyaksikan pleno penetapan. Namun kenapa seakan tutup mata. Ini kejahatan demokrasi. Kenapa Polda Papua tutup mata," ujarnya.
Sementara Pandimur Jikwa dalam orasinya mengatakan PSU harus dilakukan lantaran ada berbagai kejadian di daerah itu. Ada kejahatan demokrasi yang terstruktur dan masif. "Kami mau demokrasi bersih. Jangan ada konflik di daerah. Pilkada tolikara terburuk di Indonesia. Penyelenggara harusnya jalan diatas aturan UU," kata Jikwa.
Pendemo menuntut ketua dan komisoner KPUD Tolikara dipecat. Mereka disebut penyebab konflik di tolikara.
Pernyataan sikap massa diantaranya, menuntut dinonaktifkan semua komisioner KPUD Tolikara, sekertaris KPUD Tolikara, Ketua dan anggota PPD, PPS dan KPPS se Tolikara. Kedua, membatalkan hasil pleno KPUD Tolikara dan melakukan PSU di 18 distrik sesuai rekomensdasi Panwas.
"Kalau tidak kami akan terus ada di kantor Bawaslu dan KPU provinsi hingga ditanggapi dengan serius," ujarnya.
Ketua Bawaslu, Fegie Wattimena, anggota Bawaslu Tarwinto dan Yosep menerima aspirasi dan tuntutan masa. (Fani)

Dibaca 695 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.