Antisipasi ISIS, Gubernur Minta Pelabuhan dan Bandara Diperketat | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Antisipasi ISIS, Gubernur Minta Pelabuhan dan Bandara Diperketat

Headline Penulis  Selasa, 14 April 2015 20:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Gubernur Papua, Lukas Enembe, memerintakan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) untuk memperkatat pengawasan terhadap orang yang masuk ke Papua melalui Bandara-bandara maupun pelabuhan di seluruh Papua.
Hal ini dilakukan untuk antisipasi masuknya simpatisan gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) ke Provinsi Papua. “Pengawasan di Pelabuhan dan Bandara harus ditingkatkan. Kita harus kendalikan, kita sudah punya Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) kependudukan, segera diterapkan, kepala Satpol PP segera siapkan pasukan, jaga bandara dan pelabuhan, semua orang yang masuk ke ke Papua kita tertibkan,’’ Kata Gubernur Papua Lukas Enembe, pada Apel pagi di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (13/4).
Menurut Gubernur, memang sampai saat ini, Perdasus di Papua belum berjalan, karena berbenturan dengan regulasi Pemerintah Pusat. Sekarang kita jalankan, tidak perlu lagi koordinasi dengan Pemerintah Pusat, karena sudah dituankan dalam UU Otonomi Khusus (Otsus).
Sementara itu, Gubernur juga memerintakan kepada Satpol PP untuk menertipkan minuman keras di Papua. ‘’Minuman keras harus kita berantas, orang Papua mati semua karena miras, sudah ada Perdasus Miras, harus dijalankan, juknisnya sudah siap atau tidak? kalau sudah ada kita tertipkan, kalau pa korwa punya pasukan yang terbatas, kita didik dari masyarakat biasa,’’ ujar Gubernur.
Pada prinsipnya, kata Gubernur, sejumlah Peraturan Khusus Daerah (Perdasus) dan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) yang dimiliki Pemprov Papua saat ini tumpul, karena tidak pernah diterapkan.
Hal ini disebabkan, karena pemprov Papua terlalu banyak melakukan konsultasi ke Jakarta. “Sekarang kita tidak mau lagi melakukan koordinasi ke Jakarta. Kita sudah laksanakan saja disini, kita tidak perlu lakukan konsultasi-konsultasi ke Pusat yang membuat kita tidak bisa laksanakan Perdasus/Perdasi yang kita miliki,” ujarnya. (Bams)

Dibaca 402 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.