1.603 Anggota KPPS Siluman Dilaporkan Ke Polda Papua | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

1.603 Anggota KPPS Siluman Dilaporkan Ke Polda Papua

Headline Penulis  Kamis, 23 Februari 2017 18:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Penyerahan bukti bukti pelanggaran saat pelaksanaan Pemilukada oleh paslon no 1, Yanni SH kepada panwaslu kabupaten Jayapura.

 

Sentani,- Sebanyak 1.603 orang anggota KPPS dari 233 TPS akan dilaporkan ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua, oleh pasangan calon nomor 1, Yanni-Zadrak.
Kepada pers Yanni SH mengatakan bahwa laporan ini berdasarkan SK pengangkatan anggota KPPS yang sah dari KPU dan dengan petugas yang ada di lapangan. "Laporan ini kami buat berdasarkan beberapa hal. Salah satu adalah membandingkan antara SK KPU tentang anggota KPPS dan nama yang tercantum dalam C1 berbeda," ujar Yanni.

Yanni saat menyerahkan bukti bukti dari laporan ke Panwas kabupaten Jayapura mengatakan bahwa ini adalah bukti  laporan lengkap kami yang sudah kami pilah pilah. Selain laporan anggota KPPS yang tidak sesuai dengan SK , laporan ini juga memuat bukti bukti foto foto dan bukti bukti lainnya. "Bukti yang kami serahkan ini jumlahnya hampir seribu lembar. Hampir habis 2 rim ditambah fotocopy," ujarnya.
Dijelaskannya pula, selain menyerahkan laporan ke panwas, bawaslu, polda papua pihaknya juga telah melaporkan ke Bawaslu Pusat.
"Saya menegaskan bahwa pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 15 Pebruari kemarin adalah ilegal sebab dilaksanakan oleh pelaksana ilegal alias tidak sah," ujar Yanni.
Penyerahan bukti bukti penyelenggaraan ini diterima oleh Bezaliel Ongge selaku anggota Devisi penindakan dan Hukum panwas kabupaten Jayapura, disaksikan oleh Ketua Panwas.
Pada kesempatan ini ketua panwas meminta agar berita berita yang ada agar benar benar berimbang.
" Saya tidak  ingin ada kesan panwas lambat, gakumdu lambat . Untuk Operasi Tangkap Tangan yang kemarin bukan tidak berjalan  tapi tetap berjalan sesuai dengan prosedur," ujar ketua Panwas.
Lanjutnya dalam pengungkapan pelangaran pihaknya memerlukan bukti bukti. "Kami perlu bukti bukti lain sehingga tadi (kemarin-red) ada penyitaan di kantor KPU.  
"Kami tidak berpihak kepada siapapun. Kami berpihak pada kebenaran. Masyarakat yang rindu kebenaran mari berada dibelakang panwas," ujarnya. (Fani)

Dibaca 250 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX