Kapolda Kecewa dengan Petugas Lapas Abepura | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Kapolda Kecewa dengan Petugas Lapas Abepura

Headline Penulis  Rabu, 22 Februari 2017 14:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw

 

JAYAPURA,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menginstruksikan Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait untuk mengusut tuntas kasus kaburnya enam narapidana dari Lapas kelas II A Abepura, Minggu (19/2/2017).

Dihadapan awak media, Kapolda menuturkan sangat kecewa dengan kinerja petugas Lapas dalam hal pengamanan di dalam Lapas, sehingga kasus kaburnya narapidana kembali terjadi. Padahal, aparat kepolisian telah berupaya keras dilapangan untuk menangkap dan memproses pelanggar hukum.
Oleh karena itu, Kapolda menginstruksikan kepada Kapolres Jayapura Kota untuk memproses hukum petugas Lapas jika terbukti lalai atas kasus kaburnya enam Napi.
"Saya minta ke Kapolresta untuk segera berkoordinasi dengan pihak Lapas, apabila ada kelemahan atau kesengajaan atau kelalaian harus diproses hukum," tegas Kapolda, Selasa (21/2) usai Sertijab Kabidkum Di Mapolda Papua.
Kapolda menegaskan, kepolisian telah sungguh-sungguh bekerja di lapangan, justru pembinaanya atau kurang tanggung jawab dalam pengawasan para tahanan oleh Lapas Abepura.
Kapolda berencana dalam waktu dekat akan melakukan komunikasi dengan pihak Lapas maupun Kanwil Kemenkumham Papua untuk membahas kelemahan-kelemahan yang menyebabkan terjadinya napi kabur dari Lapas.
Sebab, menurutnya, pihaknya telah memberikan saran bahwa Lapas telah memiliki kelemahan di personil. Bahkan disarankan untuk merekrut anggota kepolisian yang sudah masuk masa pensiun enam bulan atau satu tahun sebagai petugas pengamanan. “Nanti saya coba komunikasikan lagi dengan pihak Lapas maupun Kakanwil," ujarnya.
Menurut Waterpauw, pihak Lapas perlu mempertimbangkan untuk merekrut Anggota Polri dan TNI yang telah memiliki bekal atau dasar sebagai aparat pengamanan.
"Saya pikir pihak Lapas perlu melihat hal ini, daripada merekrut orang yang salah yang justru membuat timbul kelemahan. Atau ada solusi lain, tapi intinya mari kita buat sebuah terobosan baru untuk menjawab kelemahan itu,” tuturnya. (Ridwan)

Dibaca 513 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.