Kapolda Bantah Penembakan Berkaitan Dengan Pilkada | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Kapolda Bantah Penembakan Berkaitan Dengan Pilkada

Headline Penulis  Kamis, 16 Februari 2017 12:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua Ijern Pol Paulus Waterpauw

 

Jayapura – Kasus penembakan dan pembacokan yang mengakibatkan dua
warga sipil di Puncak Jaya beberapa hari lalu tewas mengenaskan tidak ada
sakut pautnya dengan gangguan pelaksanaan pilkada. Hal ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada awak media di Wamena, Selasa (14/2) malam.

Paulus membantah kasus penembakan dua tukang ojek di Mulia, Puncak
Jaya, Papua, Senin (13/2) lalu terkait dengan pilkada di daerah itu
melainkan hanya unsur balas dendam jadi ini merupakan kriminal Murni.
Menurutnya, dari hasil penyelidikan aparat Kepolisian Puncak Jaya ada
dugaan kasus ini bermotif balas dendam. Dimana sebelumnya terjadi
kasus kecelakaan, sebuah mobil truk yang membawa warga terbalik pada
November 2016 lalu sehingga menyebabkan tiga orang warga setempat
meninggal dunia.
“Saya mau tegaskan kasus penembakan tukang ojek di Mulia itu tidak ada
kaitannya dengan pelaksanaan pilkada yang sedang berlangsung di daerah
itu. Ini kriminal murni, dengan motif dari kecelakaan, mengakibatkan tiga
orang meninggal dunia. Lalu pihak keluarga menuntut pemerintah daerah
setempat untuk membayar ganti rugi. Tapi pemerintah daerah belum bisa
merealisasikan ganti rugi itu, sehingga mereka melampiaskan kemarahan
kepada tukang ojek," tegas Paulus
Kapolda menambahkan, saat ini pihaknya dibantu aparat TNI sudah
melakukan pengejaran dan juga penyelidikan terkait kasus ini. Dan
semakin memperketat pengamanan menjelang pelaksanaan pemungutan suara.
” Pasca penembakan situasi di Puncak Jaya sejauh ini masih aman dan
kondusif,” katanya.
Sedangkan pelaku dalam kasus ini, ungkap Paulus, diduga dari anak buah
dari kelompok keriminal bersenjata ,Goliat Tabuni yang merupakan
keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang balas dendam. (Ridwan)

Dibaca 434 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX