BPAN Dinilai Sebagai Ormas Ilegal Yang Gagal Paham | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

BPAN Dinilai Sebagai Ormas Ilegal Yang Gagal Paham

Headline Penulis  Selasa, 14 Februari 2017 15:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Dalam menyikapi kasus dugaan korupsi jalan Sentani –Depapre

SENTANI – Permintaan yang dilayankan oleh Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Jayapura bersama krooni-kroninya kepada  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si untuk memperhatikan kasus dugaan korupsi jalan Sentani – Depapre dinilai gagal paham dan keliru serta sarat dengan kepentingan kelompok maupun politik.

“Pembangunan jalan Sentani – Depapre murni dikerjakan berdasarkan Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) Propinsi Papua karena memang jalan tersebut adalah jalan propinsi sehingga bukan kewenangan Bupati Jayapura. Jadi kalau BPAN sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) illegal tidak paham tentang mekanisme jangan berkoar-koar sembarang,” tegas Tokoh Pemuda Adat Kabupaten Jayapura, Otnile Deda kepada media ini di Sentani, Senin (13/2) kemarin.
Deda meminta supaya BPAN segera mengklarifikasi pemberitaannya di sejumlah media lokal karena pernyataan tersebut sangat tendensius dan terkesan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Ormasnya saja sudah illegal, apalagi orangnya.  Kabupaten Jayapura adalah rumah kita bersama sehingga tidaklah bagus jika saling memfitnah dengan menyampaikan pendapat bodok guna menyerang individu tertentu demi kepentingan pribadi dan kelompok,” tukasnya.
Ditempat yang sama, Tokoh Adat Kabupaten Jayapura, Daniel Toto menyangkan pernyataan dari beberapa orang yang menggunakan kapasitas berbeda menyerang pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dengan isu murahan soal kasus dugaan jalan Sentani-Depapre.
“Pembangunan jalan Sentani-Depapre bukan dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pembangunan jalan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi Papua. Jadi tidak usahlah bermain dengan isu-isu murahan seperti itu,” ungkapnya.
Toto menuturkan, apapun isu pembusukan yang dilakukan oleh pribadi maupun kelompok terhadap integritas seorang Bupati Jayapura yang juga sebagai salah satu kandidat, Mathius Awoitauw tidak akan pernah bisa mempengaruhi elektabilitasnya sebagai pemenang pada Pilkada besok.
“Karena itu saya meminta supaya saudara ketua BPAN dan kroni-kroninya cepat sadar dan bergabung ke Paslon Mario sehingga tidak tersesat dalam perjalanan panjang selama lima tahun masa kepemimpinan pak Mathius,” ajak Daniel Toto.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Kawakan Papua, Yusak Andatu menilai apa yang di utarakan oleh BPAN dan kelomponya terkait kasus jalan Sentani-Depapre adalah pembohongan publik.
Dirinya mengharapkan supaya, setiap orang maupun lembaga jika ingin menyampaikan sesuatu pendapat kepada publik hendaknya didahului dengan memantapkan pemahaman guna mengetahui mekanisme, akurasi data dan untung rugi dari sebuah pernyataan tersebut.
“Jangan asal bunyi, apalagi kasus jalan Sentani-Depapre sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Propinsi. Kalau mau bicaramasyarakat di rugikan, ya kami masyarakat di wilayah Moi dan Depapre yang merasakan tetapi bukan berarti menyatakan pendapat dengan sembarang apalagi menyeran pimpinan daerah,” pungkasnya.
Andato, memaparkan bahwa permintaan tersebut dilakukan tentunya berdasarkan pada sebuah kepentingan. Apalagi menjelan Pilkada yang tinggal hitungan hari. Hendaknya, masing-masing Paslon menyiapkan diri untuk bertarung bukannya membuat penyataan-pernyataan yang membingunkan masyarakat.
“Saya mengajak kepada publik Kabupaten Jayapura untuk tidak terprovokasi oleh pernyataan yang tidak bertanggungjawab  yang di lontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab pula. Kita harus tetap tenang dan menyalurkan aspirasi politik dengan benar,” himbaunya. (Jems)

Dibaca 874 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX