KAPP Serahkan LPJ Dana Hibah 2016 | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

KAPP Serahkan LPJ Dana Hibah 2016

Headline Penulis  Senin, 13 Februari 2017 23:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Umum KAP Papua, Mery Kostavina Yoweni, menyerahkan LPJ dana hibah tahun 2016 kepada staf Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPAD) akhir pekan kemarin.

 

JAYAPURA,- Kamar Adat Papua (KAP) Papua  menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua untuk tahun anggaran 2016.
Ketua Umum KAP Papua, Mery Kostavina Yoweni kepada wartawan, Minggu (12/2/2017) kemarin mengungkapkan, total anggaran yang dihibahkan kepada KAP Papua sebesar Rp 5 miliar untuk organisasi dan Rp 20 miliar yang disalurkan kepada seluruh pengusaha asli Papua yang transfer melalui 278 rekening.

“Kami datang menyampaikan laporan penggunaan anggaran kepada Pemprov Papua, ini sebagai bentuk pertanggungawaban kami terhadap penggunaan dana yang kami terima,” kata Mery.
Dijelaskannya, LPJ yang disampaikan ini baru Rp 2 miliar dari kabupaten/kota. Sementara sisanya akan menyusul, sebab transaksi dari Kas Daerah (Kasda) kepada masing-masing pengusaha berakhir pada bulan Desember untuk proyek yang besar.
“Sementara untuk pekerjaan kecil-kecil seperti mama-mama penjual pinang masih terhambat, karena ada nama-nama penerima tidak lengkap, sehingga perlu diperbaiki, sementara mama penjual pinang penerima dana ini jumlah ribuan. Sehingga membutuhkan waktu untuk transaksi, namun semuanya ada di Kasda jadi tidak masalah,” terangnya.
Ia mengaku kabupaten/kota yang belum menyampaikan LPJ dalam waktu dekat akan menyerahkan, mengingat bulan ini akan dilakukan Rapim dan evaluasi di Jayapura.
“Teman-teman dari kabupaten/kota akan tiba di Jayapura, karena kita akan melaksanakan Rapim dan evaluasi pada tanggal 23 Februari,” katanya lagi.
Mery menilai, laporan penggunaan dana penting dilakukan karena merupakan bukti pertanggungjawaban kami kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan kepercayaan untuk mengelola dana sebesar.
“Disamping itu, memberikan laporan juga membuktikan kalau KAPP sangat transparan terhadap anggaran yang kami kelola,” ucap Mery.
Pasalnya kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi itu merupakan penghargaan besar, untuk itu harus direspon dengan sangat baik.
Untuk itu dalam rapat evaluasi nanti, kata Mery pihaknya akan melihat pengusaha mana yang menggunakan anggaran dengan baik. Setelah dilakukan Rapim dan evaluasi, KAP Papua akan kembali melakukan parade ekonomi kedua kepada pemerintah Pemprov Papua pada tanggal 28 Februai 2017.  “Dari hasil evaluasi ini, kita akan lihat siapa yang naik kelas dan siapa yang tahan kelas,” terangnya.
Dikatakannya, dana hibah yang diberikan pemerintah digunakan untuk ekonomi rill, bukan kontruksi. Walaupun ada satu atau dua orang yang bergerak dibidang kontruksi tetapi itu lebih pada bahan bangunan.
“Jadi kita lebih fokus pada bidang perkebunan, perikanan, resort, ekonomi kreatif dan pertambangan,” tambahnya. (Bams)

Dibaca 474 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX