Gubernur Bantah Terkait Penunjukan Langsung Proyek Jalan Kemiri-Depapre | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Gubernur Bantah Terkait Penunjukan Langsung Proyek Jalan Kemiri-Depapre

Headline Penulis  Rabu, 08 Februari 2017 12:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua, Lukas Enembe

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, tidak pernah melakukan penunjukan langsung terkait tender proyek jalan , termasuk dalam proyek yang menjerat Kepala Dinas PU Papua, Mikael Kambuaya sebagai tersangka korupsi.   
 “Tidak pernah ada penujukan langsung, semua lewat ULP, meski itu perusahaan keluarga saya. Jadi saya tegaskan, sebaiknya mau cari kasus ke SKPD, karena mereka yang kelola dana,” tegas Gubernur saat ditanya pers apakah benar ada indikasi penunjukan langsung dalam kasus yang menjerat Mikael Kambuaya, Senin (6/2) kemarin.

Ia mengaku heran pasalnya, kasus ini mencuat setelah BPK melakukan audit. “Hasil BPK tidak ada temuan. Saya lihat memang ini arahnya untuk kepentingan politik, Pilkada 2018,”ucap Gubernur  
Gubernur mengakui, jika memang arahnya untuk kepentingan pilkada Papua 2018, dimana kasus ini sengaja dikondisikan untuk menjegalnya maju sebagai calon petahana, maka ia akan siap melawan.
 “Kalau untuk kepentingan politik, mereka tidak akan dapat saya. Sebab saya ini keluar dari daerah konflik, saya tahu masalah apa yang tengah terjadi,” aku Mantan Bupati Puncak Jaya ini.  
Sementara itu, menyangkut dokumen dokumen yang dicari KPK di ruangan stafnya, Gubernur dengan tegas mengaku dari pencarian KPK tidak menemukan apa apa. “Kalau tanya dokumen itu tidak ada sama saya, saya tidak pernah terlibat. Buktinya, mereka periksa tidak temukan apa apa. Dari dulu saya memposisikan diri sebagai Gubernur yang mengurus rakyat dan bukan semata mata mencari uang,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk maju Pilkada Gubernur Papua dari semua tokoh yang  sudah mulai melakukan pencitraan sampai dengan saat ini, dirinyalah paling siap. “Jadi kalau mau maju 2018 sebenarnya saya paling siap, karena kita punya 16 kursi di DPR.  Tapi kalau sengaja cari cara jatuhkan saya, hati hati saja ! Saya tidak pernah korupsi, dan sampai saat ini, saya belum pernah dipanggil KPK,” tegasnya lagi.
Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Kepala Dinas PU Papua Mikael Kambuaya sebagai tersangka dalam proyek pembangunan ruas jalan Kemiri – Depapre yang bersumber dari APBD Perubahan 2015 sebesar Rp 89,5 miliar.
Indikasi kerugian keuangan negaranya sebesar Rp 42 miliar.Sementara perusahaan swasta sebagai pemenang lelang proyek tersebut yaitu Bintuni Energy Persada (BEP)
Dalam kasus ini KPK sudah memeriksa tujuh saksi yakni berinisial BT, ET, FE,  IPA, NY, RBF dan  KS. Mereka sebagian besar bekerja sebagai staf di Dinas PU Papua. (Bams)

Dibaca 453 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.