FPKB Dan KAMPAK Papua Tuntut Penyelesaian Kasus Korupsi Bupati Biak | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

FPKB Dan KAMPAK Papua Tuntut Penyelesaian Kasus Korupsi Bupati Biak

Headline Penulis  Selasa, 07 Februari 2017 08:54 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Forum Peduli Kawansa byak (FPKB) yang tergabung dari Kampak Papua (koalisi Anti korupsi) dan aliansi mahasiswa Biak dan Mamberamo Raya mendatangi Mapolda Papua senin (06/02) untuk mendesak Bupati Thomas Ondi ditahan.

 

JAYAPURA,- Forum Peduli Kawansa byak (FPKB) yang tergabung dari Kampak Papua (koalisi Anti korupsi) dan aliansi mahasiswa Biak dan Mamberamo Raya mendatangi Mapolda Papua senin (06/02) untuk mendesak Bupati Thomas Ondi ditahan.
Hal itu dikarenakan, Polda Papua pada pada bulan Desember 2016 lalu telah menetapkan Thomas sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi dana APBD Pemda Mamberamo Raya tahun 2012 dan 2013 dengan kerugian negara senilai Rp. 84 Milyar. Aksi demo damai ini dikoordinatori oleh Jhon Mandibo (Ketua FPKB) .

Dalam demo ini tampak spanduk yang bertuliskan, Forum Peduli Kawasan Byak (FPKB) ;  Meminta komisi pemberantasan korupsi (KPK) segera memeriksa Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi, SE. MM tersangka 84 M ; Kampak Papua : Mendesak Polda Papua Segera menyurati Presiden mengeluarkan surat ijin prinsip, perhentian Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi, SE. MM atas status tersangka ;  Pasti Indonesia : Meminta kepolisian daerah papua kejaksaan tinggi Papua pengadilan tipikor jayapura mempercepat proser hukum tersangka Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi, SE. MM ;  Forum Peduli Kawasan Byak (FPKB) mendesak Polda Papua segera menahan tersangka  Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi, SE. MM atas kerugian negara sebesar 84 M.
Masa yang berada di halaman polda Papua diterima oleh  AKP E.Sudrajat (Kasat Sabhara Polresta Jayapura).  AKP E. Sudrajat meminta agar para pendemo jangan berorasi. " Saya harap saudara bersabar karena kalian semua sudah saya terima akan tetapi tempat ini bukan untuk melakukan orasi.  Saya harap perwakilan 5 atau 6 orang untuk masuk melakukan pertemuan dengan pihak kami di ruangan KASUBDIT III TRIPIKOR," ujar nya.
Lalu 5 perwakilan, Silas Usyor , Maikel Awom, Korius Rejou, Johan Numbere dan Jhon Mandibo diterima AKBP Indra Hermawan (Kasubdit III Tipikor Polda Papua).
Indra Hermawan menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemanggilan pemeriksaan satu kali kepada Bupati Biak namun berhalangan karena kondisi kesehatan, dan kami melakukan pemanggilan pemeriksaan kedua dan beliau bersedia pada hari Jumat ini untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kita akan melihat perbuatan pidananya melalui keterangan yang diperoleh pada pemeriksaan nanti, dari situlah akan ditarik benang merah siapa-siapa oknum yang juga terlibat dalam tindak pidana korupsi dana Otsus di pemerintah daerah Biak," ujarnya.
Dijelaskan pula, pengusutan kasus ini di target 2-3 Bulan kasus tindak pidana korupsi ini dapat diselesaikan maka dari itu pihak kami memerlukan bantuan dari rekan-rekan untuk mendapatkan bukti lainnya.
"Terimakasih atas motivasi yang diberikan oleh massa forum peduli biak, sehingga kami menjadi termotivasi untuk segera menyelesaikan kasus ini. Bupati Biak sudah dijadikan tersangka atas tindakan pidana korupsinya. Kasus ini lama ditangani karena prosedur  perjizinan pemeriksaan harus ada dari kementerian dalam negeri," jelas Indra Hermawan.
Sementara itu Jhon Mandibo (Koorlap) mengatakan masyarakat Papua akan hilang kepercayaannya pada lembaga kepolisian jika kasus ini tidak segera ditangani.
"Kami akan menyurat kepada Kapolri agar kasus korupsi yang dilakukan oleh Bupati Biak harus dijadikan atensi khusus agar di periksa oleh KPK. Sebetulnya masih banyak pejabat di pemerintah daerah kabupaten Biak yang melakukan korupsi tapi nanti seiring waktu kami secara bertahap akan segera melaporkan kasus tersebut pada pihak KPK," ujar Mandibo.
Mandibo juga menjelaskan kalo  sering mendapatkan teror dan acaman atas kegiatan unjuk rasa menuntut penangkapan Bupati kabupaten Biak.
Dalam pernyataan sikap dinyatakan, pertama segera mempercepat proses hokum tersangka bupati biak THoMAS ALvA EDISON ONDI, SE,MM Dengan menyurati presiden segera mengeluarkan surat ijin prinsip pemberhentian sebagai Bupati biak numfor.
Kedua, kami masyarakat dan mahasiswa Biak dan Mamberamo raya beserta LSM KAMPAK dan LSM PASTI INDONESIA mendukung KAPOLDA PAPUA secepatnya menahan tersangka korupsi Bupati Biak Numfor THOMAS ALVA ONDI, SE, MM
Ketiga,  Kami dengan tegas meminta KAPOLDA agar penetapan tersangka Bupati Biak Numfor tidak berlarut dan lama tetapi secepatnya dip roses ke Pengadilan Tipikor. (Fani/Ridwan)

Dibaca 815 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.