Kapolda Tutup Ruang Gerak Organisasi Radikal dan Anti Pancasila | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Kapolda Tutup Ruang Gerak Organisasi Radikal dan Anti Pancasila

Headline Penulis  Sabtu, 11 April 2015 17:01 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende mengintruksikan kepada seluruh Kapolres dan jajaran untuk menutup ruang gerak Organisasi Radikal maupun Organisasi Anti Pancasila di Papua.
Organisasi Radikal dan Anti Pancasila dimaksud, terang Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige meliputi Organisasi yang dikenal menyuarakan kemerdekaan Papua. Dia mencontohkan Organisasi Kemasyarakat KNPB dan NRFPB serta organisasi lainnya.
“Organisasi ini mulai mengembangkan sayapnya dan mempengaruhi masyarakat. Jika ditemukan adanya aksi seperti  rapat gelap, rapat tertutup yang dihadiri oleh simpatisan organisasi tersebut atau kegiatan lain yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang – Undang maka akan dilakukan penertiban,” katanya, Kamis (9/4).
Patrige mengklaim penertiban dan penegakan hukum bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila, wajib dibubarkan karena melanggar Pasal 160 KUHP yaitu tentang kejahatan terhadap ketertiban umum (penghasutan).
Namun dalam pelaksanaan  penegakkan hukum, pihaknya akan mengedepankan cara-cara persuasif, guna menghindari antipati masyarakat terhadap petugas Polri dilapangan. “Penegakan hukum tetap jalan, tapi kami akan
kedepankan persuasive terlebih dulu,” ungkap Patrige. (Syaiful)

Dibaca 1118 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.