Doren Wakerkwa: Kondisi Papua Sudah Kondusif | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Doren Wakerkwa: Kondisi Papua Sudah Kondusif

Headline Penulis  Rabu, 25 Januari 2017 08:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM Sekda Papua, Doren Wakerkwa

 

JAYAPURA,- Situasi keamanan di Papua saat ini sudah kondusif, meski ada sebagian masyarakat Papua di luar negeri masih memperjuangan Papua merdeka.
Hal itu disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM Sekda Papua, Doren Wakerkwa pada pertemuan dengan Dewan Ketahanan Nasional di ruang kerjanya, Selasa, (24/01/2017) kemarin.

Doren mengatakan, perjuangan Papua merdeka di luar negeri menjadi tanggungjawab Negara. “kita di Papua sudah aman kondusif, Papua  bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Doren kembali menegasakan, perjuangan Papua merdeka di luar negeri harus diselesaikan oleh negara. Karena, kerja keras dari TNI/Polri dan Bupati/Walikota se Papua, sudah menjadikan keamanan Papua saat ini kondusif.
Selain itu, Kata Doren, para bupati/Walikota juga sudah bekerja keras untuk menciptakan daerahnya aman dan kondusif. “Mari kita besama-sama jaga situasi yang sudah kondusif ini,” imbaunya.
Sebelumnya, Gerakan Pembebasan Papua atau Papua Merdeka semakin lantang mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuka akses ke Papua Barat terkait isu pelanggaran HAM. Gerakan ini bereaksi setelah negara-negara Kepulauan Pasifik di Sidang Umum PBB tahun lalua memberi dukungan bagi Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri.
Namun, pemerintah Indonesia mengecam sikap enam negara di Kepualuan Pasifik, yakni Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Nauru, Marshall Island dan Tuvalu, karena berbicara dengan kurangnya pemahaman mereka tentang Papua.
Indonesia melalui diplomatnya di PBB, Nara Masista Rakhmatia, menyebut negara-negara itu mendukung kelompok separatis dan teroris di Papua.
“Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antarnegara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara,” kata Nara dalam pidato perlawanannya terhadap enam pemimpin Negara Pasifik di forum PBB.
“Saya ulangi, itu sudah melanggar kedaulatan dan integritas teritori suatu negara,” lanjut Nara, yang kesal bahwa negara-negara Kepulauan Pasifik sudah ikut campur urusan dalam negeri Indonesia soal Papua Barat. (Bams)

Dibaca 803 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.