DPO Pembunuhan Anggota Polisi di Brap Ditangkap | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

DPO Pembunuhan Anggota Polisi di Brap Ditangkap

Headline Penulis  Senin, 16 Januari 2017 02:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolres Jayapura, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, didampingi Kaur Bin Ops Satuan Reskrim Polres Jayapura, Iptu Oscar F. Rahadian, S.IK, ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (14/1)Kemarin.

 

SENTANI,- Akhirnya pelarian David Tarko (DT) terhenti setelah genap 5 tahun lebih menjadi buron aparat Satuan Reskrim Polres Jayapura.
Ia ditaklukan aparat Polres Jayapura yang mencium keberadaannya di Kampung Brap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/1)lalu. Pria yang sempat kena tembak dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Papua ini, tidak berkutik dibekuk Kepolisian yang menggrebek kediamannya.

Walau sempat mencoba kembali melarikan diri, namun lelaki yang berdomisili di Kampung Brap, Distrik Nimbokrang tetap saja takluk.
Penangkapan terhadap David Tarko adalah hasil pengembangan dari penangkapan empat (4) orang yang sudah ditangkap sejak diterbitkannya DPO (Daftar Penciarian Orang) pada tahun 2011 lalu dan keempat orang itu sudah menjalani hukuman pidananya.
Berangkat dari situ, kemudian pihaknya melakukan pengembangan dan merencanakan penangkapan David Tarko pelaku yang diketahui sejak tahun 2011 lalu berhasil melarikan diri.
DT ini sering lari dari penangkapan polisi dengan cara masuk ke hutan untuk bersembunyi, sehingga kemarin hasil deteksi kita sangat bagus langsung kita melakukan penyergapan dan dia sempat melarikan diri kearah belakang rumah, tutur Kapolres Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, kepada wartawan saat menggelar rilis pers penangkapan tersangka David Tarko, di Obhe Reay May (Rumah Perdamaian) Aula Mapolres Jayapura, Sabtu (14/1) pekan lalu.
Memang ketika hendak ditangkap, tersangka sempat kita lumpuhkan setelah dilakukan tembakan peringatan, tambah Kapolres Gustav dengan nada tegas.
Setelah penangkapan itu, Polres Jayapura kemudian melakukan pengembangan dengan cara melakukan penggeledahan dan penyisiran disekitar rumah David Tarko dan mendapati barang bukti (BB) berupa 35 buah anak panah, 2 busur panah, 1 pucuk senapan angin, 1 buah sangkur panjang, 2 unit HP dengan merk Nokia dan Mito serta 14 butir amunisi moser.
Kemudian barang bukti (BB) lainnya seperti baju loreng, sepatu laras, sepatu PDH, 1 buah tas ransel, 1 buah matras dan beberapa dokumen diantaranya foto-foto yang menggunakan baju loreng dengan pangkat tiga bintang. Yang mana, disinyalir berpangkat Kolonel dari versi kelompok yang diikuti atau dipimpin oleh DT tersebut, ungkapnya Kapolres Gustav saat menggelar rilis pers kasus penangkapan DT ini didampingi Kaur Bin Ops Satuan Reskrim Polres Jayapura, Iptu Oscar F. Rahadian, S.IK.
Kapolres Gustav menambahkan bahwa tersangka DT ini akan dijerat dengan Pasal 214 KUHP, Pasal 212 dan Pasal 170 serta Pasal 351 ayat 3, yakni tentang perlawanan terhadap pegawai negeri Kepolisian yang sedang melaksanakan tugas, melakukan perbuatan penganiayaan hingga mengakibatkan seseorang meninggal dunia dan juga melakukan pengeroyokan atau ancaman kekerasan terhadap barang maupun orang.
Jadi, itu yang akan diproses terhadap tersangka DT. Kita juga akan tambahkan dengan Pasal Undang-Undang Darurat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut berdasarkan hasil temuan barang bukti (BB) yang diperoleh saat kami melakukan penggeledahan dan penyisiran di rumah yang bersangkutan, katanya.
Sekedar diketahui, kasus ini terjadi pada tanggal 1 Desember 2011 lalu saat ada dua anggota Polisi baik dari Polsek Nimbokrang dan BKO dari Polres Jayapura melakukan patroli sekitar pukul 02.00 WIT.
Setibanya, disekitar areal wisata Kali Biru, Kampung Brap, Distrik Nimbokrang, kedua anggota Polisi itu dipalang kurang lebih 10 orang dari kelompok yang dipimpin oleh DT ini dengan menggunakan senjata tajam (Sajam), sehingga kedua anggota ini melarikan diri untuk menyelamatkan diri menuju lokasi permandian Kali Biru dan langsung menceburkan dirinya ke dalam air untuk bersembunyi.
Namun karena derasnya arus air, sehingga salahsatu anggota bernama Briptu Ridwan Napitupulu terbawah arus dan tangannya terlepas saat berpegangan di pohon. Ketika korban hanyut, lalu ditangkap dan dipanah oleh para pelaku.
Kemudian para korban menarik korban ke pinggir kali dan kembali para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Tidak sampai disitu saja, para pelaku mengarak korban ke arah jalan sambil melakukan penganiayaan dan terakhir korban ditaruh di depan salahsatu Sekolah Dasar (SD) di kampung tersebut, tepatnya di depan motor dari anggota yang satunya dalam kondisi sudah sekarat.
Jelang pagi hari tanggal 1 Desember 2011, bantuan tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban dan langsung dilarikan ke RSUD Yowari, kemudian dilanjutkan ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapatkan perawatan medis, namun pada tanggal 5 Desember 2011 korban menghembuskan nafas terkahir. (Jems)

Dibaca 656 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.