DPRP Dorong Perdasus Pelarangan Komsumsi Obat Terlarang | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

DPRP Dorong Perdasus Pelarangan Komsumsi Obat Terlarang

Headline Penulis  Jumat, 13 Januari 2017 10:00 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Nason Utti

 

Jayapura,- Sekertaris komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Nason Utti menyampaikan, jika komisi V DPR Papua akan mendorong peraturan daerah khusus (Perdasus) mengenai pelarangan mengkomsumsi dan memproduksi zat yang merusak akal dan badan.

Untuk menyelematkan generasi muda Papua, maka komisi V DPR Papua akan mendorong regulasi khusus pelarangan semua jenis obat-obat terlarang yang dapat memabukkan seperti narkoba, ganja, sabu-sabu, miras lokal, oplosan dan semua jenis tumbuhan yang dapat menghilangkan kesadaran.
“Kami inginkan ada perdasus pelarangan narkoba, ganja, heroin, sabu, aibon dan termasuk minuman oplosan karena oplosan itu tidak masuk dalam ijin industri. Untuk itu, semua ini perlu aturan sendiri,” kata Nason Utti, di DPR Papua, Kamis (12/1) kemarin.
Mengenai peraturan ini, kata Nason, Komisi V akan mendorong melalui badan legislasi, agar membahas peraturan mengenai pelarangan  semua jenis obat yang menghilangkan kesadaran.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar semua pihak harus berperan aktif dalam menyelematkan generasi bangsa seperti DPR Papua, Polda Papua, termasuk BNN Papua dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua serta beberapa lembaga seperti LSM.
“Semua akses yang merusak generasi bangsa dan gangguan bahan terlarang itu. Kami DPR dan Baleg akan mendorong pelarangan itu,” tandas Nason.
Menurut Nason Utti, pelarangan minuman oplosan, bahan kimia maupun tumbuhan yang membahayakan generasi muda, itu harus dilarang sehingga kehidupan generasi muda tidak terganggu dengan bahan terlarang.
“Bupati dan walikota telah menyampaikan berapa pengusaha miras sudah aman, yang isitilahnya tidak diperpanjang lagi, maka berikut minuman oplosan, lokal dan aibon dan jenis dedaunan juga  harus dilarang,” pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 393 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX