Desak Bentuk KPP HAM, Ratusan Mahasiswa Demo Komnas HAM Papua | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Desak Bentuk KPP HAM, Ratusan Mahasiswa Demo Komnas HAM Papua

Headline Penulis  Rabu, 08 April 2015 19:59 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa (FIM) menggelar unjukrasa di halaman Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) Perwakilan Papua, Selasa (7/4).
Unjukrasa yang dikoordinatori Teko Kogoya mendesak agar Komnas HAM Papua membentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM berat dalam insiden penembakan di Paniai, 8 Desember 2014 lalu. 
Dalam orasinya, para mahasiswa menyatakan siap membatu segala informasi dari insiden di Papua, apabila KPP HAM terbentuk. ”LSM, Gereja dan mahasiswa siap membantu segala informasi soal insiden di Paniai,” kata Teko disambut rekan-rekannya. 
Kepala Sekretariat Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey  menyebutkan insiden Paniai sudah menjadi agenda Komnas HAM ditingkat Pusat untuk dibawa dalam Sidang Paripurna. Komnas HAM Papua, sambunya, juga telah memberikan sejumlah data guna dipertimbangkan dalam putusan sidang.
 “Kami sudah kirim data ke Komnas HAM RI, supaya jadi pertimbangan, apakah dibentuk  KPP HAM atau tidak. Saya pikir dukungan masyarakat juga penting agar terbentuknya KPP HAM,” kata Frits saat ditemui usai menerima pengunjukrasa, Selasa (7/4).
Sesuai Undang-Undang Nomor 26  Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, jelas Frits, Komnas HAM memiliki kewenangan dalam pembentukan KPP HAM.  “ Komnas HAM bisa saja membentuk KPP HAM namun untuk langkah selanjutnya diperlukan koordinasi dengan Intansi lain, seperti DPR maupun Kejaksaan Agung,” terangnya.
Sementara mengenai hasil Tim Penyelidik Komnas HAM RI beberapa waktu lalu, Frits membeberkan adanya temuan tembakan dari tiga arah. Pihaknya juga menemukan adanya unsure penganiayaan. “Hasil kesimpulan telah diserahkan ke Komnas HAM RI untuk dibahas dalam sidang Paripurna hari ini,” ungkap Frits. (Syaiful)

Dibaca 726 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX