BPK Soroti Perjalanan Dinas Fiktif di Papua | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

BPK Soroti Perjalanan Dinas Fiktif di Papua

Headline Penulis  Rabu, 14 Desember 2016 15:14 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,– Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soroti terkait temuan perjalanan dinas fiktif yang masih terjadi di sejumlah SKPD di Provinsi Papua.
Soratan tersebut sebagaimana disampaikan Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI, H. Sjafrudin Mosi, dalam suatu acara belum lama ini.

 “Tak hanya perjalanan dinas yang fiktif, tapi ada SKPD yang melebih-lebihkan jumlah hari, ada juga yang menambah nilai biaya hotel,” tegasnya Sjafrudin.
Sjafrudin kembali menegaskan, kalau masih ada perjalanan fiktif ini berarti inspektoratnya tidak bekerja. Karena fungsi inspektorat itu memastikan bahwa semua peraturan diikuti.
“Kalau seperti ini, kinerja inspektorat dimana? menurutnya inspektorat tak maksimal dalam memastikan seluruh SKPD untuk mengikuti semua peraturan yang berlaku. Bahkan, Sjafruddin mengusulkan jika Inspektur atau pimpinan inspektoran tidak becus bekerja sebaiknya dicopot,” ujarnya.
Bahkan menurutnya, jika masih ada inspektorat yang membiarkan hal seperti ini lebih baik dibubarkan saja inspektoratnya atau berhentikan saja pejabatnya. Sebab tidak bisa seperti itu !
Sjafrudin bahkan mempertanyakan keputusan Inspektur yang sudah mereview hasil laporan keuangan SKPD, namun setelah disampaikan ke BPK masih didapati temuan.
“Harusnya laporan keuangan SKPD jika sudah diserahkan kepada BPK tak mesti ada lagi temuan. Artinya, Inspektur atau pimpinan inspektorat jangan hanya sebagai tukang pos lalu, main stempel sudah sesuai laporan keuangannya” kesalnya.
Seharusnya, kata dia, saat inspektorat mereview semua permasalahan itu sudah diperbaiki. Lalu disampaikan kepada BPK sudah tak ada temuan lagi. Sebab disitu tanggung jawabnya inspektorat.
“Tapi yang terjadi tidak demikian ini saya harap jadi evaluasi bagi semua pihak di instansi tersebut,” harapnya. (Bams)

Dibaca 250 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.