Frits: Dua Pesan Penting Pada Hari HAM | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Frits: Dua Pesan Penting Pada Hari HAM

Headline Penulis  Selasa, 13 Desember 2016 13:40 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey

 

Jayapura,- Kepala Kantor Perwakilan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Frits Ramandey mengatakan ada dua pesan penting dalam perayaan hari HAM tahun ini, di Papua yaitu aksi solidaritas dan kasus hilangnya Aristoteles Masoka.

"Ada dua pesan penting pada momentum perayaan hari HAM, pertama gerakan-gerakan solidaritas untuk HAM dan kedua, salah satu kasus dari banyak kasus di Papua yaitu menyoroti penghilangan paksa Aristoteles Masoka, supirnya Theys Hiyo Eluay," kata Frits disela-sela kegiatan napak tilas Komnas HAM Perwakilan Papua di Kota Jayapura, Sabtu.
Menurutnya, kasus hilangnya Aristoteles Masoka sebenarnya telah memenuhi unsur penculikan dan penghilangan secara paksa dan hingga kini negara sedang mencari, sedang berupaya mengungkapnya.
"Masa negara mencari seseorang yang sebenarnya secara balistik, forensik dan dari berbagai hasil penyidikan serta penyelidikan kasus Aristoteles itu, satu paket dengan kasusnya Theys Hiyo Eluay. Lalu Aristoteles itu ada dimana?," katanya.
Komnas HAM, terus bekerja, merekomendasi sejumlah tempat dan lokasi untuk menemukan dimana keberadaan Aristoteles Masoka.
"Jadi kegiatan hari ini, selain napak tilas bersama warga dan mahasiswa di Jayapura dan sekitarnya mendorong agar kasus seperti Aristoteles Masoka segera terungkap," katanya.
Sementara kasus pelanggaran HAM lainnya di Papua, diantaranya kasus Wasior dan Wamena penanganannya sudah sampai di Kejaksaan Agung, sedangkan kasus Paniai berdarah masih dalam penyelidikan.
"Kalau Paniai itu masih dalam penyelidikan dan saya salah satu anggota tim penyelidik. Dan kami telah memeriksa lima dari 23 orang, kami harap sisanya segera bersedia di BAP. Karena dalam persidangan itu, harus ada fakta materiil dan formil, ini yang harus kami penuhi sebagai tim penyelidikan sehingga bisa dibawa ke pengadilan," katanya. (Fani)

Dibaca 336 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.