Bupati Larang Wings Air Beroperasi Di Nabire | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Bupati Larang Wings Air Beroperasi Di Nabire

Headline Penulis  Kamis, 08 Desember 2016 13:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal

 

Wagub: Tak Benar Bupati Larang Wing Air

Jayapura,-  Bupati Nabire mengeluarkan surat   Pelarangan Operasi penerbangan Wings Air di wilayah Nabire  mulai tanggal 10 Desember 2016. Pelarangan ini tertuang dalam  surat Nomor 553/2330/set tgl 6 Desember 2016.
Kepala bandara Nabire, Thomas Alva Edison yang menerima tembusan surat ini pun segera melakukan klarifikasi bupati.

Dalam pertemuan ini Kepala Bandara Nabire atas nama pimpinan Wings dan PTN menyampaikan permohonan maaf langsung ke bapak Bupati Nabire.
Edison yang dihubungi melalui telephon  selullernya mengatakan, dirinya berharap bupati mau membatalkan surat pelarangan penerbangan. "Saat ini arus penumpang datang dan pergi cukup tinggi. kenaikan sekitat 70 persen. Jika pelarangan ini terjadi maka akan terjadi keributan penumpang. Pelarangan ini bentuk kekecewaan pak bupati terhadap pelayanan Wings Air kepada dirinya" ujar kepala bandara Nabire.
Sementara itu bupati Nabire , Isias Douw mengatakan bahwa ticketnya  dari Jayapura - Nabire sudah 3 x  ditolak oleh pihak Wings di Bandara Sentani.
"Pihak Wings Air di Bandara Sentani mengatakan kepada  Bupati Nabire bahwa biar bapak Bupati, namun pesawat tidak menunggu Bapak walaupun Bupati," ujar Ka bandara meniru ucapan Bupati.
Sementara itu dari petugas Wings Air di bandara Sentani diketahui bahwa bupati Nabire dari Jakarta tiba di Sentani pukul 07.35 WIT dan akan melanjutkan ke Nabire dengan menggunakan Wings Air.
Namun karena Wings siap take off maka bupati diminta segera naik ke pesawat. Namun bupati menolak dengan alasan masih menunggu bagasi.
Akhirnya pesawat Wings Air berangkat tanpa bupati. Sementara itu Bupati berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda.
Pihak Wings juga menjelaskan bahwa tiket yang telah dibeli oleh Bapak Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos, MAP dari Jakarta tidak bisa koneck dari batik air dengan Wings Air menuju Nabire dan tiket Wings yang telah dibeli adalah tiket terputus dan batik air landing di Bandara sentani pukul 07.55 sedangkan Wings air menuju Nabire Take Off/ terbang pada pukul 07.30 pada Flight pertama.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengaku tak membenarkan pelarangan maskapai Wings Air di Nabire untuk beroperasi oleh bupati, jika dikarenakan masalah atau kepentingan pribadi.
 “Kalau larang harus ada alasan dasar yang melatarbelakangi. Untuk kepentingan umum boleh tapi bukan pribadi. Misalnya kalau bupati tidak terangkut lalu larang beroperasi itu yang tidak boleh,” ujarnya  saat dimintai keterangan pers, Rabu (7/12) di Jayapura.
“Yang dibolehkan contohnya, jika maskapai menjual tiket diatas harga ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Tapi kalau sedang jalan baik dan normal lalu melarang ini yang tidak dibenarkan,” kata dia.
Wagub mengakui, sesuai UU bupati merupakan penguasa tunggal di wilayahnya. Sehingga untuk mengelola daerahnya, harus banyak mengkaji untung dan ruginya.
Oleh karenanya, Wagub mempertanyakan kebijakan bupati yang melakukan pelarangan. Padahal Provinsi Papua secara keseluruhan sangat membutuhkan penerbangan ini.
“Jangankan di Nabire, di Jayapura saja tiap hari ada penerbangan langsung tapi masih dianggap kurang. Apalagi Nabire, sehingga kami minta (bupati) agar memutuskannya secara bijaksana,” imbaunya. (Fani)

Dibaca 502 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX