ATLET PAPUA TERIMA BONUS PON | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

ATLET PAPUA TERIMA BONUS PON

Headline Penulis  Senin, 05 Desember 2016 11:19 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH, didampingi Wakil Gubernur Klemen Tinal, ketika menyerahkan bonus sebesar Rp 600 Juta kepada atlet Karate Yolanda Asmuruf, Sabtu (3/12) di stadion Mandala Jayapura.

 

JAYAPURA,- Sejumlah atlet Provinsi Papua yang meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat  menerima bonus. Bonus medali diserahkan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, yang juga selaku Ketua Umum KONI Papua di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (3/12).

Provinsi Papua yang mengirimkan ratusan atlet, pelatih dan official mengikuti 34 cabang olahraga. Diajang PON Jawa Barat atlet Papua mampu membawa pulang total 68 medali dari raihan 18 medali emas, 18 peak dan 32 perunggu serta berada di peringkat kedelapan.
Gubernur Papua mengatakan bonus diberikan kepada duta-duta olahraga Papua berjumlah Rp 60 miliar. Dimana, untuk medali emas perorangan Rp 600 juta, Perak Rp 250 juta dan Perunggu 150 juta.
Sementara medali emas beregu atau kelompok Rp 1 miliar, perak Rp 400 juta dan perunggu Rp 200 juta.
Selain atlet, asisten manager, pelatih, asisten Pelatih, measure, tim medis juga menerima bonus. Namun, dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur tidak dibacakan angka nominalnya.
Jadi, bonus yang diberikan ini untuk merangsang atau mendorong atlet-atlet Papua untuk tetap berlatih untuk PON XX di Tanah Papua,” katanya.
Gubernur mengaku, pemberian bonus ini sudah menjadi komitmen dari Pemerintah Provinsi Papua  untuk memberikan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali di PON Jawa Barat.
“Sampai hari ini, provinsi lain hanya janji, mereka belum berikan bonus kepada atletnya, kami Papua langsung ditransfer ke rekening atlet masing-masing,” tegasnya.
Lanjut Gubernur, di PON XX di Papua tidak hanya ingin untuk menjadi juara umum, tetapi kualitas atlet yang kita harus tingkatkan. Sebab, kita sudah komitmen untuk menggelar cabang olahraga Sea Games, Asian Games dan Olimpiade pada pelaksanaan PON di Papua nanti.
Itulah sebabnya, saya tidak mau Papua selaku tuan rumah, lalu harus juara umum. Tetapi kita tunjukan bahwa Papua hebat dan gudang atlet Nasional serta bisa berprestasi di tingkat Nasional dan Internasional.
Dari pantauan di lapangan, usai penyerahan bonus, para atlet tidak puas dengan bonus yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua.
Rahmad dari cabang olahraga Wushu mengatakan, sesuai dengan janji Gubernur bonus medali emas Rp 600 juta perak Rp 300 juta, dan peraih perunggu sebesar Rp 200 juta. Namun, kenyataan tidak demikian, medali perak hanya Rp 250 juta dan perunggu Rp 150 juta. Jelasnya.
Penyataan yang sama juga dilontarkan atlet dayung Papua Albert. Dia mengatakan, Pemerintah harus serius memperhatikan anak-anak asli Papua yang sudah berjuangan di tanah legenda.
Oleh karena itu, dia bersama rekan-rekannya akan mempertanyakan angka yang dipotong tersebut langsung kepada Gubernur Papua.
“Kami rencana hari Senin (hari ini-red) akan datangai kantor Gubernur untuk mempertanyakan nilai medali perak dan perunggu tersebut,” tegasnya. (Bams)

Dibaca 307 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.