Jangan Jadikan Pemekaran Sebagai Isu Kampanye | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Jangan Jadikan Pemekaran Sebagai Isu Kampanye

Headline Penulis  Jumat, 02 Desember 2016 10:36 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Deerd Tabuni

 

Jayapura,- Ketua Tim Pemekaran Puncak Trikora,  Deerd Tabuni mengingatkan pasangan kandidat kepala daerah di Papua yang akan bersaing dalam Pilkada serentak, Februari 2017 mendatang tak menjadikan pemekaran sebagai isu dalam kampanye mereka.

Ketua Komisi II DPR Papua ini mengungkapkan,  perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) atau pemerkaran di kabupaten, bukan hal baru. Perjuangan itu sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Siapapun kepala daerah yang terpilih di suatu kabupaten yang akan dimekarkan, harus melanjutkan aspirasi pemekaran yang sudah ada.
"Pemekaran jangan dijadikan isu kampanye. Pasangan kandidat jangan berkampanye dengan menyebut akan memperjungkan pemekeran daerah ini atau itu kalau terpilih. Jangan sampai ini menjadi polemik di masyarakat," kata Deerd Tabuni  baru-baru ini.
Apalagi kata Deerd Tabuni, aspirasi pemekaran beberapa kabupaten di Papua, terutama wilayah pegunungan sudah ada dan diperjuangkan sejak dulu. Jauh sebelum memasuki masa Pilkada.
“Misalnya di Lanny Jaya, salah satu DOB yang diperjuangkan sejak dulu adalah pembentukan DOB Puncak Trikora, “ ujarnya.
Bahkan, kata Politisi Partai Golongan Karya in, perjuangan pemekaran ada karena aspirasi masyarakat. Untuk memperpendek kedali dan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. “Jadi jangan ada singgung pemekaran dalam ajang kampanye. Siapapun yang nanti menjadi kepala daerah, silahkan meneruskan perjuangan proses pembentukan DOB jika memang itu sudah ada sejak dulu," tandasnya.
Mantan Ketua DPR Papua pada eriode lalu itu juga mengingatkan pasangan kandidat lebih dewasa dalam berkampanye. Tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa memperkeruh suasana dan menciptakan polemik di masyarakat.
"Siapapun pasangan yang mencalonkan diri sebagai kepala daerag dan wakil kepala daerah di 10 kabupaten dan satu kota di Papua, mereka merupakan putra/putri terbaik  daerah. Namun jangan hanya memberikan anji-janji politik kepada masyarakat. Tapi tak ada realisasinya ketika terpilih nanti," pungkasnya. (Tiara)

Dibaca 278 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.