1 Desember, Jangan Kibarkan BK | Pasific Pos.com

| 15 July, 2019 |

1 Desember, Jangan Kibarkan BK

Headline Penulis  Rabu, 30 November 2016 10:41 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai

 

Jayapura,- Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai  menegaskan, peringatan 1 Desember yang disebut sebagai hari kemerdekaan Bangsa Papua Barat tidak bisa dilupakan.
Menurutnya, 1 Desember merupakan sejarah dan yang digoreskan bagi orang asli Papua untuk diperingati setiap tahunnya. Dimana kemerdekaan masyarakat Papua terjadi sejak tanggal 1 Desember  1961 silam.

“Jadi kemerdekaan itu menjadi sejarah bagi orang asli Papua secar turun temurun sehingga wajib untuk dirayakan,  sekalipun pemerintah melarang untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemerintah,” tegas Ruben Magay di DPR Papua,  Selasa (29/11) kemarin.
Politisi dari Partai Demokrat ini menegaskan, dalam era demokrasi seharusnya bagaimana pemerintah memberikan rasa aman dan nyaman bagi rakyat melalui aparat negara.
“Aparat harus memberikan perlindungan bagi rakyat bukan memaksakan orang untuk tidak merayakan satu Desember. Ini sejarah sehingga tidak
bisa memaksakan seseorang untuk melupakan sejarah masa lalu mereka,” tegas dia.
Ruben mengungkapkan,  bahwa sejarah  kemerdekaan dicatat dan di evaluasi terus menerus kepada generasi baru guna mempelajari sejarah-sejarah mereka tapi tidak mengganggu orang lain. “Silahkan saja lakukan ibadah asalah tidak mengganggu dan keamanan wajin untuk mengawalnya,” katanya.
Sejak tanggal 1 Desember 1961 silam,  rakyat Papua memperingati sebagai hari kemerdekaan bangsa. Namun disaat itu terjadi kekerasan hingga menelan korban jiwa. “Sekarang tidak boleh lagi terjadi kekerasan bagi rakyat Papua, karena sudah di era demokrasi. Aparat keamanan harus memberikan kelulasan bagi kepada masyaraka untuk berdemokrasi karena tugas mereka adalah melayani dan mengayomi masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPR Papua, Yunus WondaSH.MH menyerukan kepada masyarakat Papua baik di daerah Pegunungan, Pesisir maupun di lembah agar tidak berpangaruh dengan komentar sana-sini atas 1 Desember yang disebut sebagai hari kemerdekaan  rakyat Papua.
“Saya pikir tidak dijadikan sesuatu yang luar biasa atau ekstrim,” ujar Yunus Wonda.
Untuk itu, Politisi Partai berlambang Mercy ini  meminta kepada semua pihak agar tetap tetap melakukan aktifitas seperti biasa tanpa harus mendengar sana –sini dan masyarakat tidak boleh mengibarkan Bendera Bintang kejora karena tidak akan menjawab bahwa pengibaran BK ada suatu kemerdekaan yang sah.
“Silahkan melakukan aaktifitas, kelompok lain silahkan melakukan ibadah. Kami berharap tidak menaikan  bendera Bintang Kejora dan kami
mau tidak ada konflik dengan aparat. Tidak boleh ada benturan, kalau itu terjadi maka akan terjadi konflik dan pertumapahan darah,” tandasnya.
Sehingga Yunus Wonda meminta kepada aparat keaman agar membiarkan masyarakat yang sedang melakukan ibadah, karena itu merupakan ibadah yang berhubungan dengan Tuhan.
"Aparat harus mengawal dan memberikan pembinaan  agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang anarkhis,” pintanya. (Tiara)

Dibaca 446 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.