Alex Mebri : Bintang Kejora Simbol Adat dan Sakral | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

Alex Mebri : Bintang Kejora Simbol Adat dan Sakral

Headline Penulis  Selasa, 29 November 2016 13:25 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Alex Mebri

 

Jayapura, Bintang kejora adalah simbol adat dan sakral. Untuk itu penggunaan Bintang Kejora tidak boleh sembarangan. Demikian dikatakan Alex Mebri yang merupakan Raja Adat Papua saat ditemui di kediamannya kemarin.
Sebagai Raja Adat Alex Mebri menyesalkan kejadian pengibaran Bintang kejora di lapangan Mandala. "Anak anak itu kerja sembarang. Bintang Kejora tra boleh main main. Itu barang sakral," ujar Alex Mebri.

Pada kesempatan ini Raja Alex Mebri juga meminta agar aparat kepolisian bertindak tegas kepada orang-orang yang tidak menghormati Bintang Kejora. "Karena itu sakral. Bintang Kejora itu sakral jadi kalo ada yang pake di kaos, dipasang sembarang pak polisi ko ambil rampas saja," ujarnya.
“Masalah Papua sudah selesai, tidak ada merdeka, kalau ada perjuangan kemerdekaan cangkokan, maka mereka itu jelas akan dikutuk, " ucapnya.
Ditegaskan pula bahwa saat ini bangsa Papua tidak dijajah dan ditindas oleh bangsa manapun, tapi dijajah dan ditindas oleh Iblis, untuk itu seharusnya semua harus sadar untuk bertobat dan berbalik ke jalan yang benar sesuai perintah Tuhan. Supaya Tuhan dapat menurunkan emas di setiap daerah, agar setiap suku bangsa bisa menikmati berkah dan rahmat dari Tuhan.
Raja Alex Mebri juga mengatakan bahwa Papua merupakan pusat dunia, sebab Tuhan memberikan tanah Papua yang kaya dan tanah Papua yang bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam secara sempurna, sementara di negara lain tidak menyaksikan matahari terbit dan terbenam sebagaimana yang terjadi di Papua. Oleh sebab itu, Raja Alex Mebri mengajak semua warga suku bangsa,  termasuk TPN OPM untuk bergabung membangun Papua, jangan tinggal di hutan karena itu tindakan tersesat yang merugikan diri sendiri. Semua anak bangsa mari membangun Papua dengan berlandaskan hukum Allah. (Fani)

Dibaca 413 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX