Gubernur: KPU Seharusnya Gugurkan Benjamin Arisoy | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

Gubernur: KPU Seharusnya Gugurkan Benjamin Arisoy

Headline Penulis  Jumat, 25 November 2016 11:23 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua, Lukas Enembe

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe mempertanyakan kenapa KPU meloloskan atau menetapkan sebagai calon Bupati, sementara dari segi aturan belum memenuhi persyaratan karena belum mengantongi izin atau pensiun dini.
“Saya tidak tau KPU pake apa. Pake aturan atau tidak, seharusnya kan digugurkan tetapi sampai hari ini masih tetap maju. Ini kelemahan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, hal ini justru berpeluang potensi dijadikan gugatan dari kandidat lain. ”Ini kelemahan dan ini menjadi potensi atau peluang gugatan untuk dia, karena kita belum kasih izin. Karena pasti pasangan yang kalah akan dijadikan alasan melakukan gugatan ini. Itulah sebabnya sampai hari ini kita belum izinkan,”tandasnya.
Dikatakan, dirinya sudah berulang kali membicarakan soal Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Benyamin Arisoy untuk tak maju dalam bursa Pilkada Serentak.
“Sampai hari ini saya belum izinkan, saya sudah banyak kali bicarakan sampai di Koran tidak saya izinkan sampai hari ini. Tetapi beliau (Benyamin Arisoy-red) maju terus,”akunya kepada pers yang biasanya ngepos yang mangkal di Kantor Gubernur Provinsi Papua di Jayapura, Kamis (24/11).
Namun demikian katanya, orang nomor satu di Papua ini memberikan batas waktu/deadline sampai dengan tanggal 23 Desember. Apakah Arisoy tetap maju atau tidak dan menentukan pilihannya.
 “Kita berikan kesempatan sampai tanggal 23 Desember, sebab sampai saat ini saya belum memberikan izin mencalonkan diri sebagai calon Bupati Kep. Yapen,” tegasnya.
Gubernur menjelaskan, jika kepala keuangan ngotot tetap akan mencalon diri sebagai calon bupati. Maka harus mengajukan permohonan pensiun dini kepada Kementerian Dalam Negeri. Namun surat pengunduran diri itu harus melalui Gubernur.
“Jadi dia sampai tanggal 23 Desember terakhir, karena dia eselon II dengan golongan 4C harus mengajukan ke pusat tetapi melalui gubernur untuk mengundurkan diri,”urainya. (Bams)

Dibaca 415 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.