Gubernur: Pilkada Papua Rawan Konflik | Pasific Pos.com

| 16 November, 2019 |

Gubernur: Pilkada Papua Rawan Konflik

Headline Penulis  Jumat, 25 November 2016 10:50 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua, Lukas Enembe

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui ada potensi konflik di 11 Kabupaten/Kota di Papua yang akan menggelar Pilkada Serentak 15 Februari 2017 mendatang.

Menurutnya, beberapa daerah yang dianggapa rawan bagi pelaksanaan Pemilukada. Seperti potensi konflik dari pasangan calon.  “Saya mengajak seluruh masyarakat Papua, para pasangan calon, di kabupaten masing-masing untuk menjaga serta melaksanakan Pemilukada dengan sukses, damai tanpa melihat konteks perbedaan pasangan calon,”ajaknya.
Pernyataan itu disampaikannya kepada pers usai memberikan himbauan kepada masyarakat terkait Pilkada Damai di 11 Kabupaten/Kota di Papua, Kamis (24/11).
Sebab menurutnya tidak semua orang akan menjadi pemimpin dari sekian banyak kontestan yang mengikuti Pemilukada. Karena  hanya satu pasangan calon yang bakal terpilih.
Oleh karena itu masyarakat tidak usah melakukan tindakan kekerasan, dengan melampiaskan dengan cara kemarahan, sehingga menimbulkan konflik besar. "Saya harap gunakan hak suara masyarakat sesuai dengan keinginan hati nurani untuk menyalurkan hak pilih, Jangan ada tindakan diluar itu,”tukasnya.
Selain itu dirinya juga meminta   kepada TNI/Polri  yang ada di daerah untuk dapat kendalikan masyarakat yang ada di daerah, sehingga pelaksanaan Pemilukada pada 11 kabupaten dapat dilaksanakan dengan baik.
Menjawab pertanyaan media ini hampir semua calon petahan yang kembali mengajukan diri sebagai pimpinan daerah. Dirinya juga mengharapkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) dan Carataker yang dipercayakannya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Oleh karena itu dirinya meminta agar menjaga netralitas, jaga masyarakat agar jangan berbuat aneh-aneh sehingga Pelaksanaan Pemilukada dapat berjalan dengan baik dan aman.
Disinggung soal jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Jayapura yang masih lowong. Secara rinci gubernur menjelaskan. SK Pertama dirinya sudah mempercayakan kepada Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri. Namun saat ini yang menjadi persoalan, apabila semua dirinya menurunkan. Maka kursi Asisten tidak ada lagi.
 “Jadi saya mengajukan lagi untuk Pelaksana.  SK belum keluar. Sedikit lagi kita kirim ke Menteri  Dalam Negeri. Kalau saya turunkan semua Asisten, maka staf saya tidak akan ada lagi. Karena semua sudah keluar.
Ditanya perihal tiga nama yang diajukan. Kata Gubernur dirinya belum melihat siapa – siapa yang diajukan. Diketahui sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw belum lama ini telah mengumumkan beberapa kabupaten yang terindikasi rawan konflik diantaranya Kabupaten Puncak Jaya, Lanny Jaya, Tolikara, Dogiyai dan Nduga. (Bams)

Dibaca 284 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.