Kabel FO Putus, Telkom berlakukan “Adjustment Billing” | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Kabel FO Putus, Telkom berlakukan “Adjustment Billing”

Headline Penulis  Senin, 07 November 2016 21:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pertemuan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembanguan Sekda Papua, Elia Loupatty dengan PT Telkom di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

 

JAYAPURA,- PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Papua berlakukan
"adjustment billing" (penyesuaian penagihan) bagi seluruh
pelanggannya, dimana konsumen hanya akan ditagih dari tanggal 1-17
Okrober 2016. Akibat dari putusnya kabel fiber optik (FO)

Kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Asisten Bidang
Perekonomian dan Pembanguan Sekda Papua, Elia Loupatty, General
Manager Witel Papua, Lonely mengatakan, penyesuaian tagihan ini karena
Telkom menganut pada pelayanan Prorata, apalagi sampai saat ini
layanan komunikasi dan internet pasca terputusnya fiber optik masih
belum normal.
"Kami lakukan Adjustment Billing kepada pelanggan dari tanggal 1-17
Oktober 2016," kata Lonely.
Sementara untuk perbaikan kabel fiber optik, Lonely mengaku, pihaknya
sudah mengerahkan kapal khusus sejak 20 Oktober 2016 dari Batam
bersamaan dengan pengurusan izin dari berbagai instansi yang ada
kaitannya dengan pekerjaan ini.
"Berbagai tahapan harus dilakukan mengingat pekerjaan ini spesial
(bawah laut) sehingga butuh izin dari Departemen Pertahanan dan
Keamanan, Perhubungan Laut, TNI AL, Navigasi dan beberapa institusi
lainya termasuk KPLP," ucapnya.
Mengenai loading material, lanjutnya, pihaknya akan datangkan khusus
dari Makassar, dan akan sampai di Jayapura pada Sabtu (4/11/2016) dan
pengerjaan akan dilakukan Minggu (5/11/2016).
"Muda mudahan besok bisa sampai dengan selamat di Jayapura, dan
minggunya kami akan mulai pengerjaan ke arah 9,2 kilometer dari arah
Jayapura, itu untuk proses recovery," katanya.
Sementara untuk layanan telepon, sms dan data, kata Lonely, pihaknya
sudah mengantisipasi melalui satelit Telkomsel, dimana kurang lebih
930 dan dengan radio ip 800 mega, sehingga totalnya menjadi 1.700 mega
(1,7 giga). Sedangkan untuk Telkom sebesar 600 mega. "Itu backup dari
Telkom grup lewat satelite dengan radio ip," tambahnya.
Untuk mengantisipasi kejadian yang sama terualng kembali, pihaknya
sudah memprogramkan rencana jangka pendek dan menengah. Hal ini
dilakukan untuk memberi pelayanan terbaik bagi pelanggan, dengan cara
melakukan pembangunan radio ip up to 3.2 gigabyte dari Jayapura-Sarmi.
Disamping itu, diharapkan RFS (Radio Frequency Systems) akan jadi pada
Januari 2017.
"Jangka panjang, kami akan membangun sistem komunikasi kabel laut dari
Jayapura-Biak dan diharapkan siap di 2018. Dengan demikian diharapkan
semua menjadi baik ketika ada kejadian seperti saat ini," ucapnya.
Ia mengaku, sejauh dilakukannya penelitian, tidak pernah terdeteksi
adanya Geoternal dan Potensi Gempa Magnetut di sepanjang jalur kabel
fiber optik, jadi ini semua kejadian alam, tidak ada yang tahu.
"Sebelum pasang kami sudah lakukan penelitian selama kurang lebih satu
sampe dua tahun, dengan melibatkan para ahli dari dalam dan luar
negeri, tidak ada potensi itu tapi ini semua kejadian alam, tidak ada
yang tahu," kata Lonely. (Bams)

Dibaca 551 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.